BERITA TREN – Penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI saat ini semakin meluas dengan berkembangnya zaman.
CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai telah memperingatkan bahwa teknologi tersebut akan mempengaruhi seluruh produk dari setiap perusahaan dan bahkan dapat berdampak pada sektor ketenagakerjaan dan distribusi informasi yang salah.
Dalam wawancara dengan jaringan televisi Amerika CBS, Pichai menyatakan bahwa setiap orang perlu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi ini.
Namun, perkembangan teknologi AI juga berpotensi menganggu pertumbuhan dan keberlanjutan pekerjaan untuk industri yang mengandalkan pekerja berpengetahuan seperti penulis, akuntan dan insinyur yang merancang perangkat lunak.
Kendati Google sudah meluncurkan ‘chatbot’ AI-nya, Bard pada bulan lalu, teknologi AI terus menuai kritikan.
Chatbot AI tersebut bersaing dengan ChatGPT online OpenAI yang dipublikasikan pada tahun 2022.
Baca Juga: Prediksi Skor H2H Bayern Munich vs Manchester City, Streaming Liga Champions: Kamis 20 April 2023
Meskipun ChatGPT menerima publisitas yang signifikan, kini teknologi chatbot AI mendapat kritikan karena masalah privasi, sehingga di Italia teknologi ini dilarang pada awal bulan ini.
Oleh sebab itu, raksasa teknologi Elon Musk dan Steve Wozniak bersama dengan puluhan akademisi meminta agar eksperimen AI dihentikan untuk sementara waktu.
Mereka menyerukan agar teknologi tersebut ‘diaudit secara ketat dan diawasi oleh pakar luar yang independen’ untuk memastikan kesesuaiannya dengan nilai-nilai kemanusiaan termasuk moralitas.
Baca Juga: Napoli vs AC Milan Disiarkan Dimana?, Tempat Nonton Liga Champions: Rabu 19 April 2023
Bahkan Pichai sendiri memperingatkan akan potensi risiko AI.
Ia menegaskan bahwa penyebaran berita, video, dan gambar palsu akan jauh lebih besar dengan adanya teknologi AI ini, sehingga dapat menyebabkan kerugian pada masyarakat.
Oleh karena itu, Google sebelumnya telah menerbitkan dokumen online yang menyerukan regulasi teknologi AI, juga menyerukan agar pengembangan AI tidak hanya melibatkan insinyur, tetapi juga ilmuwan sosial, ahli etika, filsuf, dan sebagainya.
Baca Juga: Prediksi Skor H2H Napoli vs AC Milan, Streaming Liga Champions: Rabu 19 April 2023
Seperti halnya kotak hitam dalam pesawat terbang yang harus tercerahkan secara detail, hal ini juga harus diterapkan pada teknologi kecerdasan buatan.
Dengan demikian, pengembangan teknologi AI dapat diawasi dan diimplementasikan dengan lebih baik untuk kepentingan masyarakat serta untuk memastikan kesesuaiannya dengan nilai-nilai kemanusiaan.
***







