Sektor perbankan daerah yang mengelola total aset hingga Rp 1.036 triliun kini mendorong modernisasi infrastruktur digital agar setara dengan bank konvensional berskala besar. Langkah penguatan sistem perbankan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama strategis antara Lintasarta dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) dalam ajang CxO BPD Summit 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Dalam gelaran yang berlangsung di Hotel Padma, Semarang, Kamis (6/8/2026) tersebut, Lintasarta memperkenalkan integrasi solusi 4C sebagai fondasi digital berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini dirancang dalam ekosistem Lintasarta Intelligent Core guna menjawab tantangan perbedaan tingkat kematangan teknologi, kesiapan talenta digital, dan kapabilitas keamanan siber antar-BPD.
Solusi 4C sendiri menggabungkan empat pilar utama, dengan pilar pertama yaitu Connectivity. Infrastruktur jaringan yang andal ini disiapkan untuk menjamin kelancaran operasional perbankan harian, baik pada layanan transaksi offline di kantor cabang maupun transaksi online nasabah.
Baca Juga: Potensi Paket Internet Murah Dihapus Usai Putusan MK Soal Kuota Tak Hangus
Pilar kedua adalah Cloud yang mengandalkan infrastruktur data center lokal di Indonesia. Layanan komputasi awan ini tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga menjamin kedaulatan data perbankan agar tetap mematuhi seluruh ketentuan regulasi nasional.
Pada pilar ketiga, Lintasarta menghadirkan sistem keamanan siber (Cybersecurity) secara proaktif. Langkah perlindungan berlapis ini menjadi prioritas utama guna mengantisipasi ancaman siber yang makin kompleks, sekaligus mengatasi ketimpangan kesiapan fasilitas Security Operations Center (SOC) di berbagai BPD.
Sementara pilar keempat, Collaboration-AI, memfokuskan penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung berbagai kasus penggunaan spesifik di setiap daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu BPD menghadirkan layanan finansial yang lebih personal dan cerdas bagi masyarakat lokal.
Armand menjelaskan bahwa penerapan ekosistem digital tersebut ditopang oleh tiga pilar utama dalam eksekusinya.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Series Resmi Dijual Global, Ini Daftar Harga Lengkap di Indonesia
"Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui solusi end-to-end yang menyatukan empat kapablitas utama (4C), serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien," jelas Armand.
Prinsip kedaulatan data dan infrastruktur di dalam negeri digabungkan dengan pendekatan arsitektur tunggal serta pengalaman transaksi yang mulus dari hulu ke hilir. Seluruh rangkaian ini dihadirkan guna memastikan transformasi teknologi perbankan dapat berjalan menyeluruh.
Inisiatif pengembangan teknologi dan SDM ini dirancang selaras dengan Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah terpadu ini diharapkan dapat mengakselerasi BPD menjadi lembaga keuangan yang kompetitif, aman, dan tangguh dalam menopang perekonomian daerah.
Baca Juga: Peneliti Temukan Celah Pass-ta-key di Google Chrome yang Ancam Keamanan Passkey






