Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menghadirkan layanan darurat transportasi terpadu melalui peluncuran pusat panggilan Dinas Perhubungan bernomor 1500813. Layanan ini beroperasi secara penuh selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu untuk mempermudah penanganan berbagai masalah lalu lintas warga ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan fasilitas pusat panggilan tersebut di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/8/2026). Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk mengintegrasikan bantuan transportasi publik dalam satu saluran utama.
Dalam sambutannya, Pramono menjelaskan orientasi penyiapan nomor kontak khusus tersebut. "Saudara-saudara sekalian, fungsi dan manfaat dari call center 1500813 yang mengusung tagline 'satu nomor solusi transportasi Jakarta' ini adalah melayani lima jenis layanan," kata Pramono.
Ragam Layanan Transportasi Darurat
Fasilitas tanggap darurat ini menyediakan bantuan langsung di lapangan bagi masyarakat yang membutuhkan. Layanan yang ditawarkan mencakup mobil derek hingga pemanduan armada darurat.
Baca Juga: Polisi Selidiki Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Uji Sampel Tiga Lantai
Pramono merincikan bentuk bantuan yang disiapkan oleh Dinas Perhubungan. "Yang pertama adalah derek kendaraan secara gratis. Yang kedua adalah pemanduan kondisi darurat. Yang berikutnya adalah pemanduan kendaraan jenazah," sebutnya.
Ia menambahkan, pemanduan kendaraan jenazah kerap menjadi persoalan lalu lintas di jalanan Jakarta. Kehadiran pengawalan resmi dari petugas diharapkan mampu menciptakan ketertiban sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan.
Target Waktu Respons dan Kesiapan Petugas
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan standar durasi penanganan terukur untuk setiap panggilan masuk. Layanan ditargetkan dapat segera merespons setiap laporan warga secara cepat.
"Waktu respons dari call center sampai dengan terlayaninya masyarakat, seperti yang tadi disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan, adalah 15 menit," ucap Pramono.
Baca Juga: Kementerian Imipas Gelar Fun Walk dan Baksos Sambut HUT Ke-81 RI di Tangerang
Untuk mendukung operasional secara terus-menerus, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiagakan sebanyak 52 petugas. Para personel tersebut bertugas secara bergantian untuk memproses laporan dan memberikan pelayanan di lapangan.
Skema Teknis Antisipasi Antrean Panggilan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyampaikan skema teknis guna mengantisipasi penumpukan antrean sambungan telepon. Pihaknya menyiapkan infrastruktur komunikasi untuk memastikan kelancaran lalu lintas aduan.
Budi menjelaskan detail saluran komunikasi yang difungsikan dalam sistem tersebut. "Kami menyediakan beberapa saluran (line), ada empat line di sana. Ini untuk membantu supaya tidak terjadi antrean dalam call center tersebut," kata Budi.






