Follow FansPage
Berita Tren
Sabtu, 29 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Internasional

Banjir Bandang Nepal-Tibet Singkap Ancaman Pemanasan Global di Himalaya

by Aditya Saputra
Agustus 29, 2026
in Internasional
0
Ilustrasi kawasan pegunungan Himalaya dan wilayah gletser
0
SHARES
143
VIEWS

Bencana banjir bandang yang melanda kawasan perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu (26/8) memberikan peringatan keras mengenai meningkatnya ketidakstabilan di wilayah pegunungan tinggi akibat pemanasan global. Peristiwa destruktif tersebut berawal dari runtuhnya sebagian material gletser dan batuan di Gunung Langtang Lirung, Himalaya, berdasarkan analisis data satelit dan seismik. Campuran es, batu, lumpur, serta air kemudian meluncur deras menuju aliran sungai dan memicu banjir besar di wilayah hilir.

Kejadian ini sempat memicu kekeliruan identifikasi awal karena dikira sebagai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4. Namun, US Geological Survey (USGS) kemudian meralat kesimpulan bahwa gelombang energi seismik tersebut bersumber dari longsoran material serta runtuhnya gletser yang menghasilkan getaran setara magnitudo 5,2.

Peran Es dan Permafrost sebagai Perekat Lereng

Para ilmuwan menjelaskan bahwa gletser dan lapisan permafrost selama ini berfungsi layaknya perekat alami yang menjaga kekokohan batuan di lereng gunung. Ketika suhu udara meningkat, es yang mengisi celah-celah bebatuan tersebut mencair dan membuat struktur batuan kehilangan ikatan kuatnya sehingga lebih mudah bergerak.

Dr Richard Waller, ahli geografi fisik dari Keele University, mengibaratkan pegunungan tinggi sebagai susunan batuan retak yang disatukan oleh es. "Ketika permafrost dan sambungan batuan yang dipenuhi es mencair, ada potensi terjadinya keruntuhan besar seperti ini," ujarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Baca Juga: Cek Fakta: Klaim Penemuan Batu Shaligram Raksasa 31 Ton Usai Banjir Nepal

Kondisi panas ekstrem yang tidak lazim turut terdeteksi menjelang bencana berlangsung. Dr Hamish Pritchard dari British Antarctic Survey mencatat bahwa temperatur tanah di sekitar lokasi sempat menyentuh rekor tertinggi dalam kurun waktu dua tahun, tepatnya dua hari sebelum runtuhnya gletser.

Suhu tinggi tersebut memperlemah lapisan salju, mengisi celah bebatuan dengan air, sekaligus meleburkan ikatan es yang menopang stabilitas gletser. Kendati demikian, para peneliti menegaskan bahwa perubahan iklim bukanlah satu-satunya faktor tunggal penyebab bencana di Nepal.

Faktor Pendukung dan Risiko Berkelanjutan

Mekanisme pasti yang meruntuhkan bagian gunung tersebut masih dalam proses penelitian, sementara kondisi monsun yang membuat tanah jenuh air serta volume sungai yang membesar turut memperparah situasi. Meskipun demikian, para ahli sepakat bahwa pemanasan global memperbesar kerentanan lereng pegunungan.

"Perubahan iklim menciptakan kondisi yang dapat mengganggu kestabilan batuan dan es di pegunungan tinggi," tutur peneliti Simon Cox dari Earth Sciences New Zealand.

Baca Juga: Athos Salome Klaim Ramalan 2026 Terbukti, Soroti Arktik dan Iran

Ancaman di kawasan Himalaya diprediksi belum akan berhenti pada satu peristiwa runtuhnya gletser saja. Penyusutan gletser secara kontinu berpotensi membentuk atau memperbesar danau gletser, yang apabila bendungan alaminya jebol dapat memicu banjir luapan danau gletser atau glacial lake outburst flood (GLOF).

Rangkaian bencana susulan seperti longsoran batu dan runtuhnya gletser dapat mengirimkan material masif ke aliran sungai serta membahayakan masyarakat yang tinggal puluhan kilometer di hilir. Situasi ini menjadi krusial bagi kawasan Asia mengingat banyak sungai besar berhulu di pegunungan Himalaya dan menopang kehidupan ratusan juta jiwa.

Menghadapi risiko tersebut, para ilmuwan menekankan perlunya evaluasi sistem pemantauan bencana di kawasan pegunungan agar tidak hanya bertumpu pada deteksi gempa atau curah hujan. Pemantauan terhadap dinamika gletser, permafrost, dan kestabilan lereng dinilai krusial untuk mengantisipasi bencana berskala besar di masa mendatang.

"Longsoran dan banjir akan semakin banyak terjadi, terutama ketika danau-danau terbentuk di depan gletser yang terus menyusut," pungkas Pritchard.

Baca Juga: Rekaman Longsor Salju Langtang Lirung Nepal Beredar di Medsos

Tags: banjir bandanggletserHimalayanepalpemanasan global

Berita Terkait

Rescue workers repair a damaged road leading to Gyirong Port following a mudslide, in Shigatse, Tibet Autonomous Region, China August 27, 2026. China Daily via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN CHINA.
Internasional

Rekaman Longsor Salju Langtang Lirung Nepal Beredar di Medsos

by Kris Dwi Antara
Agustus 28, 2026
Perbandingan citra satelit memperlihatkan dampak banjir bandang dan longsor gletser di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet.
Internasional

Analisis Citra Satelit Ungkap Longsor Batuan Dasar di Balik Banjir Maut Nepal-Tibet

by Fitriani Putri
Agustus 28, 2026
Pemandangan Pulau Musambwa di Danau Victoria, Uganda, tempat nelayan dan kobra hidup berdampingan
Internasional

Kisah Nelayan Uganda Hidup Berdampingan dengan Ribuan Kobra di Pulau Musambwa

by Aditya Saputra
Agustus 28, 2026
Ilustrasi fenomena bayangan pita samar menjelang fase totalitas gerhana Matahari
Internasional

Misteri Pita Bayangan Jelang Gerhana Matahari Total

by Fitriani Putri
Agustus 10, 2026
Militer Taiwan menggelar Latihan Han Kuang dengan simulasi pembatasan kecepatan internet seluler
Internasional

Taiwan Perlambat Internet Seluler untuk Simulasi Komunikasi Darurat Perang

by Kris Dwi Antara
Agustus 10, 2026
Leave Comment
  • 4 Khasiat Wirid Sirrullah, Dzatullah, Sifatullah, Wujudullah yang Bisa Kita Ketahui Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angka Keberuntungan Menurut Primbon Jawa Berdasarkan Hari Kelahiran, Cek DISINI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Biskuit 3D Teka-Teki MPLS atau MOS, Jika penasaran langsung aja deh cek disini..

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren