Bencana banjir besar yang melanda wilayah Nepal memicu kemunculan berbagai foto dan video di media sosial, termasuk narasi mengenai penemuan batu hitam berukuran raksasa. Objek tersebut diklaim sebagai batu Shaligram seberat 31 ton yang baru ditemukan setelah bencana yang terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026. Berdasarkan penelusuran fakta, informasi yang menyebutkan bahwa batu tersebut merupakan penemuan baru akibat banjir adalah klaim yang tidak benar. Objek dalam foto memang benar-benar berada di Nepal, tetapi bukan batu Shaligram alami yang baru tersingkap karena luapan air sungai.
Fakta Dibalik Patung Shaligram di Jomsom
Hasil pemeriksaan fakta dari LatestLY menunjukkan bahwa objek dalam foto viral tersebut sebenarnya adalah sebuah patung Shaligram buatan. Patung setinggi sekitar 22 kaki atau setara 6,7 meter itu telah dibuat sebelumnya di kawasan Jomsom, Mustang, Nepal. Karya seni tersebut dipahat dari bongkahan batu besar yang berasal dari Sungai Kali Gandaki. Pembuatan patung itu dirancang sebagai bagian dari upaya pengembangan pariwisata religi di wilayah setempat.
Oleh karena itu, foto-foto yang beredar luas di dunia maya tidak menunjukkan adanya penemuan batu Shaligram alami akibat bencana Agustus 2026. Selain itu, klaim mengenai bobot batu yang mencapai 31 ton juga belum didukung oleh
Asal-Usul Narasi dan Kondisi Geologis Shaligram
Klaim keliru ini diduga bermula dari percampuran informasi dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya. Pada Juli 2026, kawasan batu Shaligram berukuran besar di Setibeni, dekat pertemuan Sungai Kali Gandaki dan Seti, sempat terendam air akibat meningkatnya debit sungai. Peristiwa rendaman tersebut berlangsung sekitar sebulan sebelum bencana banjir besar di wilayah Nepal dan Tibet pada 26 Agustus 2026. Situasi ini membuat informasi mengenai batu yang terendam air dan foto patung yang ada di Jomsom tercampur menjadi narasi yang keliru di media sosial.
Baca Juga: Athos Salome Klaim Ramalan 2026 Terbukti, Soroti Arktik dan Iran
Secara geologis, batu Shaligram memiliki kaitan erat dengan fosil ammonite, yakni hewan laut bercangkang yang hidup jutaan tahun silam. Struktur fosil tersebut meninggalkan pola melingkar yang khas pada permukaan batu. Batu ini banyak ditemukan di sekitar aliran Sungai Kali Gandaki dan memiliki nilai penting dalam tradisi Hindu, khususnya tradisi Vaishnava. Sementara itu, banjir terbaru di Nepal memang membawa material dalam jumlah masif berupa batu, es, serta lumpur menyusul runtuhnya bagian gletser di pegunungan Himalaya.






