Sejumlah gamer di California melayangkan gugatan hukum terhadap Sony karena dinilai menyesatkan konsumen terkait penjualan game digital di PlayStation Store. Gugatan yang didaftarkan pada bulan Juni atas nama empat orang gamer tersebut menuduh perusahaan melanggar undang-undang negara bagian California, AB 2426, yang mengatur transaksi barang digital.
Berdasarkan dokumen pengaduan yang pertama kali dilaporkan oleh Aftermath, Sony dianggap tidak secara transparan menjelaskan kepada pembeli bahwa mereka sebenarnya hanya memperoleh lisensi game, bukan hak kepemilikan penuh. Undang-undang AB 2426 sendiri ditandatangani menjadi hukum oleh Gubernur Gavin Newsom pada tahun 2024 untuk melindungi hak konsumen.
Aturan tersebut mewajibkan penjual produk digital seperti film, musik, e-book, dan video game untuk memberikan pengungkapan secara jelas saat konsumen menerima lisensi alih-alih kepemilikan mutlak. Regulasi ini juga membatasi penggunaan istilah seperti "beli" atau "pembelian" untuk barang digital berlisensi tanpa adanya pemberitahuan yang memadai selama proses transaksi berlangsung.
Tuntutan Status Class Action dan Respons Sony
Gugatan yang berupaya memperoleh status class action ini menyoroti penggunaan frasa "Beli Sekarang" dan "Konfirmasi Pembelian" saat konsumen melakukan transaksi judul game seperti Resident Evil Requiem, NBA 2K25, Five Nights at Freddy's 4, serta judul lainnya. Para penggugat menyatakan bahwa mereka tidak menyadari bahwa lisensi yang diterima bersifat dapat dicabut atau revocable, sehingga mereka merasa membayar harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya.
Baca Juga: Blue Origin Raih Kontrak NASA untuk Jaringan Komunikasi Mars
Dalam dokumen pembelaan yang diajukan ke pengadilan pada 21 Agustus, Sony merujuk pada Bagian 8.4 Ketentuan PlayStation yang menyatakan bahwa setiap pelanggan yang membeli produk di PlayStation Store hanya memperoleh lisensi pribadi dan "tidak memiliki produk tersebut." Sony juga mengutip Bagian 10.1 yang menegaskan bahwa istilah-istilah seperti "milik", "pembelian", "penjualan", "terjual", "menjual", dan "membeli" tidak mengimplikasikan adanya pengalihan hak kepemilikan.
Menanggapi permasalahan ini, bulan lalu Sony mengirimkan surat elektronik kepada para pengguna PlayStation untuk mengingatkan kembali mengenai ketentuan layanan serta status bahwa game digital tersebut dilisensikan, bukan dibeli. Kampanye pengiriman email massal tersebut dilaporkan terjadi tidak lama setelah Sony menyampaikan mosi pembelaannya.
Permintaan Pengadilan dan Kasus Serupa
Para penggugat menuntut pengadilan untuk mengeluarkan perintah injunksi guna menghentikan praktik yang dianggap menipu tersebut, mengubah tata cara penggunaan bahasa pada titik penjualan, serta meminta ganti rugi bagi penduduk California yang terdampak. Di sisi lain, Sony telah mengajukan permohonan agar pengadilan menolak kasus ini atau meminta para individu untuk mengajukan klaim secara terpisah.
Dalam ketentuan layanan PlayStation, pihak yang menyetujui syarat tersebut juga sepakat untuk menempuh jalur arbitrase dalam menyelesaikan sengketa serta melepaskan hak untuk mengajukan gugatan class action. Kasus hukum serupa sebelumnya juga pernah diajukan terhadap GameStop pada bulan Januari atas dugaan pelanggaran terhadap undang-undang AB 2426, di mana proses hukum tersebut hingga kini masih berlanjut di pengadilan.
Baca Juga: Cara Mudah Keluar dari Safe Mode di HP Android yang Terkunci






