Para gamer disarankan untuk memilih monitor beresolusi 4K ketimbang beralih ke layar 5K yang kerap dianggap sebagai opsi tertinggi saat ini. Walaupun resolusi 5K menjanjikan ketajaman visual yang lebih tinggi, monitor 4K terbukti menawarkan nilai yang jauh lebih baik untuk kebutuhan bermain gim secara keseluruhan.
Perkembangan teknologi layar sendiri telah melangkah sangat jauh sejak monitor 4K pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001 melalui perangkat IBM T220. Pada masa itu, perangkat tersebut dibanderol dengan harga mencapai USD 22.000. Seiring berjalannya waktu, popularitas monitor 4K terus meningkat hingga kini menguasai pangsa pasar sekitar 35 persen di Amerika Serikat. Di tengah dominasi tersebut, standar baru berupa monitor 5K mulai memasuki pasar dengan keunggulannya tersendiri.
Perbandingan Resolusi dan Kebutuhan Perangkat Keras
Monitor 4K beroperasi pada resolusi 3840 x 2160 piksel atau setara dengan sekitar 8,29 juta titik. Jumlah piksel yang tinggi ini memungkinkan judul-judul gim modern yang menuntut grafis tinggi dapat tampil secara maksimal. Monitor gaming terbaik menghadirkan waktu respons yang cepat serta kejernihan gambar luar biasa yang membuat visual gim seperti Resident Evil Requiem atau Cyberpunk 2077 tampil memukau.
Meski demikian, menjalankan gim modern dalam resolusi 4K membutuhkan performa perangkat keras yang besar. Pengguna idealnya memerlukan kartu grafis atau GPU seperti Nvidia RTX 4070 atau AMD Radeon RX 9070 XT untuk menikmati pengalaman bermain pada laju 60 bingkai per detik (FPS) atau lebih. Sementara itu, untuk memainkan gim terbaru pada resolusi 4K natif dengan teknik rendering berat seperti ray tracing serta tingkat bingkai yang tinggi, dibutuhkan kartu grafis kelas atas seperti RTX 5080 atau 5090.
Baca Juga: Produser Ungkap Sisi Unik Hard Knocks Bersama Seattle Seahawks
Kendati demikian, pemain tidak harus selalu merogoh kocek hingga USD 3.000 untuk kartu grafis kelas atas demi mendapatkan kualitas gambar yang fantastis. Teknologi supersampling telah berkembang pesat, memungkinkan para gamer memperoleh gambar beresolusi 4K ke atas yang tajam melalui upscaling tanpa harus mengorbankan performa secara masif. Teknologi seperti Nvidia DLSS dan FSR buatan AMD memungkinkan pengguna menjalankan gim pada resolusi lebih rendah sebelum diperbesar dengan bantuan fitur kecerdasan buatan, sehingga beban pada GPU menjadi jauh lebih ringan.
Alasan Monitor 5K Lebih Ditujukan untuk Profesional
Di sisi lain, monitor 5K sebenarnya tidak secara umum ditujukan bagi para gamer. Alasan utama resolusi 5K lebih unggul bagi kalangan prosumer adalah tingkat ketajamannya yang jauh melampaui layar 4K. Mengingat jarak pandang pengguna ke monitor yang sangat dekat, faktor kejernihan memegang peranan krusial.
Dengan resolusi mencapai 5120 x 2880 piksel atau sekitar 14,7 juta titik, monitor 5K menawarkan jumlah piksel 77 persen lebih banyak dibandingkan panel 4K. Spesifikasi tersebut menjadikan perangkat ini sangat ideal bagi para profesional di bidang grafis, fotografer profesional, maupun editor konten video Ultra HD yang memerlukan kualitas gambar murni tanpa kompromi.
Kekurangan Monitor 5K untuk Bermain Gim
Meskipun menawarkan ketajaman gambar yang luar biasa, terdapat sejumlah hambatan besar jika monitor 5K digunakan untuk bermain gim. Faktor harga menjadi kendala utama karena perangkat 5K dibanderol jauh lebih mahal akibat menyasar target audiens ceruk yang sedang berkembang. Sebagai perbandingan, monitor 5K termurah di pasar saat ini yaitu ASUS ProArt Display PA27JCV dijual dengan harga sekitar USD 650, sementara monitor 4K paling terjangkau sudah bisa didapatkan mulai kisaran USD 200.
Baca Juga: Risiko Burn-In pada Layar Televisi dan Cara Mencegahnya
Selain masalah harga, monitor 5K umumnya beroperasi pada tingkat laju penyegaran atau refresh rate yang lebih rendah daripada monitor 4K. Panel 4K tercepat saat ini, seperti MSI MPG 272URX QD-OLED, telah mendukung 240Hz, sedangkan monitor 5K tercepat seperti AOC Agon Pro AGP277KX biasanya tertahan di kisaran 165Hz hingga 180Hz. Angka tersebut memang memadai untuk gim pemain tunggal, namun dinilai terlalu lamban bagi pemain yang menggeluti bidang eSports kompetitif.
Kendala terakhir kembali berkaitan langsung dengan performa gaming. Pengguna memerlukan PC kelas atas untuk menjalankan gim AAA modern secara natif pada resolusi 5K dengan tingkat bingkai yang dapat diterima. Tanpa dukungan GPU paling bertenaga seperti Nvidia GeForce RTX 5090, penggunaan resolusi 5K secara natif akan sangat membebani kinerja gim, meskipun teknologi seperti Nvidia DLSS dapat membantu meringankannya meski berisiko memicu jeda masukan atau input lag.


