Lebih dari separuh orang dewasa mengakui bahwa mereka menggunakan ponsel secara berlebihan dalam keseharian, menurut hasil survei terbaru dari Pew Research Center yang dilakukan pada awal musim panas ini. Riset tersebut melibatkan hampir 10.000 responden berusia 18 tahun ke atas untuk mengukur tingkat ketergantungan masyarakat terhadap gawai pintar.
Dalam survei itu, sebanyak 53 persen responden menyatakan menggunakan ponsel terlalu banyak. Sementara itu, 36 persen responden merasa durasi penggunaan gawai mereka sudah berada pada takaran yang "about the right amount" atau proporsional. Kesadaran akan penggunaan yang berlebih ini ternyata sangat dipengaruhi oleh faktor usia.
Semakin muda usia responden, semakin besar pula kesadaran bahwa mereka telah melampaui batas wajar dalam menatap layar. Sebanyak 70 persen responden dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun dan 64 persen dari kelompok usia 30 hingga 49 tahun mengaku memakai ponsel secara berlebihan.
Intensitas Tinggi dan Ancaman Kecelakaan
Bahkan, sekitar 42 persen dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun melaporkan bahwa mereka menggunakan ponsel "almost constantly" atau hampir sepanjang waktu. Platform pemasaran digital Semrush memperkirakan rata-rata orang di seluruh dunia menghabiskan waktu selama 4 jam 37 menit per hari untuk menatap layar ponsel, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 5 jam 16 menit.
Baca Juga: Memahami Cold Wallet dan Cara Kerjanya untuk Keamanan Aset Kripto
Selain durasi harian yang tinggi, pengguna juga tercatat memeriksa ponsel mereka dengan frekuensi rata-rata 58 kali setiap harinya. Jika dikalkulasikan, alokasi waktu selama 5 jam sehari untuk ponsel setara dengan 76 hari penuh dalam setahun penuh.
Penggunaan gawai yang berlebihan tidak hanya memicu masalah waktu, tetapi juga berdampak pada keselamatan fisik di jalan raya. National Highway Traffic Safety Administration mencatat sebanyak 3.208 jiwa meninggal dunia pada tahun 2024 akibat kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengemudi yang tidak fokus.
Risiko Keselamatan dan Kesehatan Mental
Ketidakfokusan tersebut mencakup aktivitas berbicara atau mengirim pesan singkat saat mengemudikan kendaraan bermotor. NHTSA menegaskan bahwa "Sending or reading a text takes your eyes off the road for 5 seconds" atau mengirim maupun membaca pesan singkat mengalihkan pandangan dari jalan raya selama lima detik.
"At 55 mph, that’s like driving the length of an entire football field with your eyes closed," catat lembaga tersebut, yang menyamakan kondisi itu dengan berkendara sejauh satu lapangan sepak bola dalam keadaan mata tertutup pada kecepatan 55 mil per jam. Di Britania Raya, penyedia pelatihan pertolongan pertama First Aid for Life melaporkan bahwa 41 persen warga pernah mengalami insiden kecelakaan yang berkaitan dengan penggunaan ponsel.
Baca Juga: Miele Rilis Lini Vakum HX3 di Berlin, Bawa Peningkatan Performa
Dampak negatif dari paparan layar yang berlebihan juga merambah ke sektor kesehatan mental dan fisik. Departemen Psikiatri Universitas Columbia menemukan bahwa kecemasan, stres, depresi, isolasi sosial, perasaan rendah diri, hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri dapat muncul akibat penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan.
Gangguan Tidur dan Upaya Pembatasan
Dari sisi fisik, penurunan kualitas tidur menjadi keluhan utama mayoritas responden survei. Sebanyak 41 persen partisipan melaporkan bahwa durasi penggunaan ponsel berdampak langsung pada waktu istirahat malam mereka.
Selain itu, 34 persen responden menyatakan gawai menurunkan tingkat produktivitas mereka, sementara hanya 30 persen yang merasa ponsel justru membantu pekerjaan. Menghadapi masalah ini, sebagian masyarakat mulai berupaya mengubah kebiasaan.
Sebanyak 45 persen responden dalam survei Pew mengaku telah mencoba mengurangi penggunaan ponsel sepanjang tahun sebelumnya, sementara 46 persen lainnya belum pernah mencoba. Kendati demikian, upaya tersebut tidak mudah; hanya 25 persen dari mereka yang mencoba berhasil secara maksimal, dan 52 persen menilai usaha mereka hanya "semewhat successful" atau cukup berhasil.
Baca Juga: New York Times Rilis Permainan Spin-Off Wordle Terbaru
Strategi Mengurangi Layar Gawai
Bagi pengguna perangkat iPhone, terdapat trik sederhana yang dapat dicoba untuk menekan durasi screen time, menurut penulis senior CNET Zachary McAuliffe. Ia menyarankan langkah "Try hiding iPhone apps in a folder in your App Library" untuk menyembunyikan aplikasi.
Langkah tersebut dinilai efektif karena "This could prevent you from mindlessly opening apps when you’re bored, since there are more roadblocks to get to those apps," ujar McAuliffe. Ia menambahkan bahwa metode ini membantunya melupakan keberadaan aplikasi tertentu hingga akhirnya memutuskan untuk menghapusnya secara permanen.






