Lonjakan harga semikonduktor di pasar global berdampak langsung terhadap pasaran perangkat komputer jinjing di Indonesia, dengan lonjakan harga laptop dilaporkan mencapai kisaran 50 persen sejak akhir tahun lalu hingga saat ini. Kenaikan tersebut dipicu oleh mahalnya komponen utama seperti memori, SSD, dan prosesor, seiring tingginya kebutuhan industri teknologi terhadap semikonduktor untuk perangkat serta infrastruktur berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Kondisi mahalnya komponen ini turut mendongkrak harga jual di pasaran domestik secara signifikan. Berdasarkan pantauan di Jakarta pada Kamis, para pelaku industri dan produsen teknologi merespons situasi ini dengan menawarkan perangkat alternatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Tablet Berpapan Ketik Menjadi Pilihan
Sebagai solusi atas tingginya harga laptop, produsen dan pelaku penjualan kini mengarahkan konsumen pada opsi penggunaan tablet yang dilengkapi keyboard. Perangkat alternatif ini dinilai mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan komputasi ringan sehari-hari.
Tablet dengan tambahan papan ketik tersebut dinilai sanggup diandalkan untuk aktivitas penelusuran web, multitasking sederhana, serta pengoperasian perangkat lunak pengolah kata dan lembar kerja seperti Microsoft Word dan Excel. Selain itu, perangkat ini juga dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas belajar pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Baca Juga: Sejumlah Aplikasi AI Populer Mengalami Gangguan Global
Opsi ini banyak dipilih, khususnya oleh konsumen yang mencari perangkat penunjang produktivitas dengan anggaran di kisaran Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.
Penyesuaian Spesifikasi dan Tren Pasar
Di sisi lain, sejumlah produsen laptop terpaksa melakukan penyesuaian spesifikasi guna mempertahankan tingkat harga jual agar tetap berada di bawah batas psikologis Rp 10 juta. Salah satu langkah yang diambil adalah memangkas kapasitas memori bawaan perangkat dari yang sebelumnya 16 GB menjadi 8 GB.
Sementara itu, tren pembelian tablet secara keseluruhan dilaporkan mengalami peningkatan yang cukup terasa dan melampaui perkiraan sebelumnya, meskipun angka persentase pasti kenaikan tersebut belum dipublikasikan. Fenomena ini terjadi di tengah langkah produsen yang gencar menghadirkan fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan pada lini laptop baru, termasuk lini produk Yoga.
Mengingat proyeksi bahwa kenaikan harga semikonduktor masih akan terus berlanjut hingga tahun depan, konsumen yang memerlukan perangkat laptop baru disarankan untuk segera melakukan pembelian agar terhindar dari potensi lonjakan harga lanjutan di masa mendatang.
Baca Juga: Startup Chip AI Etched Tembus Valuasi Rp 369 Triliun






