BERITA TREN – Hari Trombosis Sedunia (World Thrombosis Day) jatuh pada tanggal 13 Oktober setiap tahunnya.
Hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang trombosis (penggumpalan darah) dan risiko yang terkait dengan kondisi ini.
Selain itu, Hari Trombosis Sedunia juga digunakan untuk memberikan edukasi tentang pencegahan dan pengelolaan trombosis, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung.
Pada Hari Trombosis Sedunia, berbagai kegiatan, kampanye informasi, seminar, dan program edukasi biasanya diselenggarakan di seluruh dunia untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kondisi ini dan bagaimana cara mengurangi risiko serta mengatasi trombosis.
Hal ini juga bertujuan untuk mengingatkan orang tentang pentingnya hidup sehat dan bergerak aktif, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko trombosis.
Apa itu Trombosis?
Trombosis adalah kondisi medis yang terjadi ketika terbentuknya gumpalan darah (trombus) di dalam pembuluh darah.
Baca Juga: Jelaskan Dan Gambarkan Skema Peredaran Darah Besar! Langsung Cek Disini Penjelasan Paling Lengkapnya
Gumpalan darah ini bisa terjadi dalam pembuluh darah arteri atau vena. Trombosis arteri dapat menghambat aliran darah ke organ-organ tubuh, sementara trombosis vena dapat menghambat aliran darah kembali ke jantung.
Kondisi ini bisa sangat serius dan berpotensi mengancam nyawa.
Ada dua jenis utama trombosis:
1. Trombosis Arteri: Trombosis arteri terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di dalam pembuluh darah arteri.
Ini dapat menghambat aliran darah ke organ atau jaringan, menyebabkan iskemia atau kerusakan jaringan yang disuplai oleh arteri tersebut.
Trombosis arteri sering kali terkait dengan penyakit seperti infark miokard (serangan jantung) dan stroke.
Baca Juga: 5 Buah Kaya Potassium yang Baik Untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Wajib Makan Setiap Hari!
2. Trombosis Vena: Trombosis vena terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di dalam pembuluh darah vena, terutama di daerah kaki atau panggul.
Ini dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT) jika terjadi dalam vena dalam kaki atau thrombosis vena dalam panggul.
DVT dapat menjadi sangat serius karena jika gumpalan darah terlepas dari vena, dapat bergerak ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru-paru yang potensial mematikan.
Faktor risiko untuk trombosis termasuk riwayat keluarga, kekurangan gerakan (misalnya, pada saat lama tidur atau setelah operasi), perubahan hormon (misalnya, selama kehamilan atau kontrasepsi hormonal), dan penyakit tertentu seperti penyakit jantung, kanker, dan penyakit autoimun.
Baca Juga: Tidak Sadar! Ini Dia 4 Kebiasaan Minum yang Dapat Meningkatkan Gula Darah Kamu Secara Perlahan
Gejala trombosis bisa bervariasi tergantung pada lokasinya, tetapi bisa mencakup nyeri, bengkak, kemerahan, dan pembengkakan.
Penting untuk segera mendapatkan perawatan medis jika ada kecurigaan trombosis, karena pengobatan dini dapat mencegah komplikasi serius seperti emboli paru-paru atau kerusakan organ.
Pencegahan termasuk menjaga gaya hidup sehat, bergerak aktif, dan berbicara dengan dokter jika Anda memiliki faktor risiko tertentu yang perlu diatasi. ***







