Rembesan air dari tanggul laut di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, menyebabkan badan jalan di sekitar lokasi menjadi becek. Penanganan darurat mulai dilakukan oleh pihak berwenang guna mencegah genangan air meluas ke akses jalan umum.
Kondisi becek tersebut terlihat di Jalan Muara Baru Ujung, tepatnya di depan Gedung Pompa Pluit atau bersebelahan dengan Rumah Pompa Waduk Pluit. Air laut keluar melalui retakan dan rembesan di salah satu sisi dinding tanggul, sehingga permukaan jalan di sekitarnya tampak tak pernah kering.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara, Heria Suwandi, menjelaskan bahwa kemunculan celah air tersebut dipicu oleh tingginya tekanan air di sisi luar tanggul. Selain itu, fenomena penurunan permukaan tanah turut memperburuk kondisi teknis di lokasi.
Heria menyampaikan hasil pemeriksaan jajarannya terkait pemicu utama timbulnya rembesan pada bangunan penahan gelombang tersebut. "Hasil survei lapangan menunjukkan rembesan air terjadi akibat tingginya tekanan air laut yang diperparah penurunan muka tanah (land subsidence)," kata Heria, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Komisi X DPR Soroti Pencatutan Nama Presiden Prabowo di Paper Nobel MBG
Penurunan muka tanah menyebabkan elevasi daratan di kawasan Muara Baru berada lebih rendah dibandingkan dengan tinggi permukaan air laut. Situasi ini sempat dipengaruhi oleh fenomena air rob dalam beberapa hari terakhir, meski kondisi pasang laut dilaporkan telah berangsur normal.
Guna mengantisipasi luapan air ke badan jalan, tim dari Sudin SDA Jakarta Utara langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan sementara. Petugas membuat saluran khusus agar rembesan air mengalir secara terarah.
Langkah teknis ini diambil agar aliran air tidak lagi menggenangi area perlintasan kendaraan dan membahayakan warga. "Kami buatkan alur agar air rembesan langsung mengalir ke saluran drainase. Dengan begitu, air tidak lagi menggenangi badan jalan sehingga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga," ujar Heria.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemprov DKI tidak mengabaikan temuan tersebut dan telah menginstruksikan pengawasan rutin. Pernyataan itu disampaikan Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: KemenPU Gelar Gerakan Irigasi Bersih Nasional di Sungai Cibanten Serang
Pramono menegaskan pentingnya pemantauan berkala oleh Dinas SDA agar masalah di lapangan tidak memicu kerusakan struktur yang lebih parah. "Tetap tanggul yang ada di Muara Baru itu saya akan meminta kepada Sumber Daya Air untuk mengecek dan juga memonitor untuk itu supaya nggak terjadi seperti yang lalu," kata Pramono.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mengikuti perkembangan situasi di Muara Baru dan mengonfirmasi skala rembesan yang terjadi. "Kebetulan saya mengikuti apa yang ada di Muara Baru. Memang ada rembesan-rembesannya. Mohon maaf, bukan yang besar, tapi kecil, tapi memang merembes," tutur Pramono.
Di sisi lain, Heria menekankan bahwa penanganan tanggul laut memerlukan sinergi seluruh pihak, termasuk nelayan dan masyarakat sekitar. Kolaborasi dinilai penting untuk menjaga fungsi tanggul secara optimal serta meminimalkan risiko kerusakan fasilitas pencegah banjir tersebut.






