Kementerian Pekerjaan Umum mendorong gerakan kebersihan saluran air secara nasional yang dipusatkan di kawasan irigasi Cibanten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, pada Jumat (7/8/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi jaringan irigasi agar tetap bersih dan aman bagi aktivitas warga.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, membuka langsung kegiatan Gerakan Irigasi Bersih tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti perubahan kondisi aliran Sungai Cibanten yang saat ini dipenuhi oleh sampah.
Arnold mengenang kenangan masa lalunya saat melintasi kawasan tersebut sekitar 30 tahun silam. Ketika itu, ia masih aktif bertugas sebagai prajurit TNI yang berdinas di Grup 1 Kopassus.
Selama berdinas di wilayah Serang, Arnold mengaku kerap beraktivitas dan hilir mudik di kawasan Kasemen. Ia mengingat jelas bahwa aliran Sungai Cibanten kala itu dalam kondisi yang sangat bersih dan terawat.
Baca Juga: Tanggul Laut Muara Baru Rembes, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Penanganan Sementara
"Padahal irigasi ini kalau dikelola dengan baik, mungkin orang bisa mandi, bisa cuci pakaian di sini. Dari dulu seperti itu yang saya tahu, waktu saya lewat sini sekitar, mungkin ada sekitar hampir 30 tahun yang lalu, ini bersih sekali," kata Arnold.
Meski kondisinya kini kotor akibat tumpukan sampah, Sungai Cibanten rupanya masih tetap dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sekitar. Warga setempat masih menggunakan air sungai tersebut untuk kebutuhan mandi harian serta mencuci pakaian.
Arnold menilai kebiasaan warga yang tetap beraktivitas di aliran sungai tercemar sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat. Penggunaan air kotor secara terus-menerus berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi tubuh.
"Tapi kan kalau dia mandi dengan kondisi kotor kan tidak baik buat kesehatan, ya," ujar Arnold.
Baca Juga: Komisi X DPR Soroti Pencatutan Nama Presiden Prabowo di Paper Nobel MBG
Oleh karena itu, Arnold meminta agar Gerakan Irigasi Bersih tidak hanya bersifat seremonial, tetapi terus berjalan secara konsisten. Pengelolaan irigasi membutuhkan keterlibatan bersama antara Kementerian PU, pemerintah daerah, instansi terkait, dan warga setempat.
"Tidak hanya berhenti di satu tahun, tetapi mungkin ada beberapa waktu kita harus sama-sama masyarakat menggerakkan, kemudian masyarakat bisa membersihkan irigasi ini. Karena ini punya mereka, dan mereka yang mendapatkan hasilnya," ucapnya.
Selain pelibatan warga dewasa, Arnold menekankan pentingnya mengikutsertakan anak-anak sekolah dalam gerakan kebersihan ini. Langkah tersebut dinilai efektif untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak usia dini.
"Karena anak-anak itu dari kecil harus kita ajarkan mencintai kebersihan lingkungan. Apa saja itu lingkungannya, ya harus dari sekolah, dari kecil harus diajarin untuk selalu mencintai kebersihan lingkungan sehingga lingkungannya bisa bersih dan membuat hidup kita lebih sehat," imbuhnya.
Baca Juga: Aturan Penulisan HUT ke-81 RI yang Benar Sesuai Kemkomdigi






