Pemerintah Kabupaten Bogor meminta pengoperasian Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Jawa Barat, dihentikan sementara waktu. Kebijakan ini diberlakukan setelah puluhan orang mengalami dugaan keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Permintaan penutupan sementara aktivitas dapur penyedia makanan gizi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada Badan Gizi Nasional pada Jumat (7/8/2026). Keputusan ini diambil sebagai langkah tanggap darurat untuk melindungi para penerima manfaat di sekolah.
"Tadi kita sampaikan ke Badan Gizi Nasional sampai dengan hasil lab keluar, kami meminta pelayanan untuk beberapa siswa dan siswi, kami juga melihat list penerima manfaat, sehingga pada sampai hasil lab keluar kami minta operasional berhenti sementara," kata Rudy, Jumat (7/8/2026).
Insiden dugaan keracunan makanan ini pertama kali terjadi pada Kamis (6/8/2026). Pihak Kepolisian Sektor Dramaga yang mendatangi lokasi kejadian mengonfirmasi bahwa seluruh korban terdampak berasal dari kalangan warga sekolah di area tersebut.
Baca Juga: Kapolri Cup 2026 Diikuti 35 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
"Kejadian keracunan makanan yang diduga disebabkan dari Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Kapolsek Dramaga AKP AM Zalukhu, Jumat (7/8/2026). Zalukhu merinci jumlah warga sekolah yang menjadi korban, "Korban sampai dengan saat ini 25 orang terdiri dari guru dan siswa," jelasnya.
Hingga Jumat (7/8/2026), sebanyak 22 orang korban masih harus menjalani perawatan medis secara intensif di Puskesmas Dramaga. Adapun sebagian korban lainnya yang kondisinya dinyatakan stabil telah diizinkan pulang ke rumah oleh tim medis.
Bupati Bogor mengungkapkan bahwa fasilitas SPPG Ciherang memiliki jangkauan distribusi harian yang luas. Oleh karena itu, penghentian sementara operasional dianggap penting untuk mengantisipasi potensi risiko pada kelompok penerima lainnya.
"Kalau dari SPPG, dapur tersebut melayani 2.666 penerima manfaat. Sedangkan hari ini yang terindikasi keracunan ada 24. Maka kita sedang memastikan sumber keracunan berasal," beber Rudy terkait skala operasional dapur tersebut.
Baca Juga: Polres Jaksel Selidiki Dugaan Tabrak Lari di Kemang Usai Video Kabur ke Tol Viral
Guna mengantisipasi insiden keracunan meluas, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah menerjunkan tim medis ke beberapa sekolah penerima pasokan makanan dari dapur SPPG tersebut. Petugas menyisir area untuk memantau kondisi kesehatan para siswa dan guru secara menyeluruh.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi oleh para korban untuk diperiksa secara laboratorium. "Tentunya kita melihat dari mana sumber keracunan terjadi. Tahapan-tahapan dari Pemerintah Kabupaten Bogor sudah mengambil langkah salah satunya mengambil sampel makanan yang sedang diuji lab di Labkesda," jelas Rudy.






