Gavin Uberti, Robert Wachen, dan Chris Zhu, ketiganya berusia 24 tahun, berhasil mengubah perusahaan rintisan Etched menjadi raksasa chip kecerdasan buatan (AI) dengan valuasi mencapai USD 21 miliar atau setara Rp 369 triliun. Perusahaan yang berbasis di San Jose ini kini berambisi menantang dominasi Nvidia di pasar perangkat keras AI global.
Perjalanan Etched bermula pada tahun 2022 ketika Uberti dan Zhu bertemu di kelas matematika di Harvard, sementara Wachen merupakan seorang pengampu kode yang tinggal di gedung asrama yang sama. Ketiganya kemudian memutuskan keluar dari universitas untuk mendirikan perusahaan tersebut tanpa pengalaman berarti di industri semikonduktor.
Tantangan di Masa Awal
Pada fase awal pendirian, para pendiri muda ini menghadapi skeptisisme dari para investor karena dianggap minim kompetensi di bidang perangkat keras. Menurut mitra Sequoia Capital, Sonya Huang, ada pandangan umum bahwa startup semikonduktor dianggap tidak kompeten hingga terbukti sebaliknya.
Wachen mengenang masa-masa sulit ketika pertama kali tiba di San Francisco tanpa persiapan kantor maupun tempat tinggal tetap. Ia bahkan sempat menumpang di rumah seorang teman yang hendak dijual serta menggunakan handuk sebagai pengganti selimut.
Baca Juga: Asus TUF Gaming 16 Resmi Meluncur di Indonesia Bawa Performa Tinggi
Fokus pada Inferensi AI
Etched didirikan pada tahun yang sama saat OpenAI merilis ChatGPT yang memicu lonjakan permintaan daya komputasi secara masif. Di tengah Nvidia yang menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar chip AI lewat perangkat keras untuk pelatihan dan inferensi, Etched mengambil ceruk spesifik pada tahap inferensi saja.
Inferensi merupakan proses ketika pengguna mengajukan pertanyaan kepada model AI yang telah dilatih dan sistem menghasilkan jawaban secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya penggunaan AI, kecepatan dan efisiensi biaya pada tahap ini menjadi sangat krusial.
Terobosan Teknologi dan Pendanaan
Perusahaan mencetak pencapaian penting ketika hanya membutuhkan waktu 44 hari untuk menjalankan beban kerja AI pada chip uji coba dari TSMC. Angka tersebut jauh lebih cepat dibandingkan proses normal yang umumnya memakan waktu hingga enam bulan.
"Kami mungkin satu-satunya chip AI buatan startup yang langsung berhasil pada percobaan pertama," ujar Wachen.
Baca Juga: Telkom Tegaskan Tidak Ada Pengalihan Aset Terkait Kantor BGN
Lonjakan kepercayaan pasar memuncak pada Agustus ketika perusahaan perdagangan kuantitatif Jane Street memimpin putaran pendanaan sebesar USD 700 juta. Suntikan modal ini mendongkrak valuasi perusahaan hingga menyentuh angka USD 21 miliar.
Operasional dan Persaingan Pasar
Empat tahun berselang, Etched kini mempekerjakan lebih dari 400 pegawai, membukukan pesanan sekitar USD 1 miliar, serta mulai mengirimkan sistem AI ke pasaran. Sekitar 15 persen dari total tenaga kerja mereka merupakan mantan karyawan Nvidia.
Perusahaan kini mengoperasikan pusat data berkapasitas dua megawatt di kantor pusat San Jose serta membuka fasilitas baru dengan kapasitas 10 megawatt di Milpitas. Meski demikian, analis industri mengingatkan bahwa tantangan besar masih menghadang di depan.
"Etched memiliki teknologi mengesankan serta minat pelanggan yang serius, tetapi sejarah semikonduktor dipenuhi chip-chip brilian yang pada akhirnya gagal menjadi bisnis hebat," tutur Michael Ashley Schulman dari Cerity Partners.
Baca Juga: Adobe Bawa Lebih dari 70 Alat Kreatif ke Platform Slack






