Raksasa penjualan tiket film Fandango mulai merambah ranah distribusi perfilman melalui penayangan film konser House of Worship yang dibuka akhir pekan lalu di sekitar 400 bioskop. Penayangan ini menandai langkah terbaru dari divisi Versant Media dalam memperluas jangkauan bisnis di luar layanan tiket film yang selama ini menjadi inti usahanya.
Film bertema religius tersebut menampilkan 25 artis musik Kristen populer dan dijadwalkan tayang dalam pemutaran selama tiga hari. Proyek film serta album House of Worship yang dirilis pada bulan Januari lalu diproduseri eksekutif oleh tokoh musik gospel Darlene Zschech dan Michael W. Smith, bersama produser Paul Mabury serta John Hartley, sementara kursi sutradara diisi oleh Elliott Eicheldinger.
Pihak Fandango menyatakan bahwa film ini memperoleh sambutan serta keterlibatan yang kuat dari penonton dari kalangan umat beragama, meskipun perusahaan tidak melaporkan perolehan angka box office secara rinci. Penayangan ini merupakan bagian dari strategi ekosistem hiburan yang tengah dibangun perusahaan.
Perluasan Ekosistem Digital dan VOD
Bulan lalu, perusahaan melakukan rebranding pada bisnis layanan streaming miliknya dan berencana menyalurkan film perdana ini melalui ekosistem hiburan yang terus berkembang. Distribusi tersebut mencakup penayangan di bioskop, Premium VOD, TVOD, AVOD, hingga akhirnya masuk ke dalam perpustakaan digital.
Baca Juga: Kisah Shailene Woodley yang Peran Mary Jane-nya Dihapus dari Spider-Man
Jerramy Hainline selaku EVP Digital Platforms & Ventures Versant mengungkapkan bahwa penayangan di bioskop bukanlah keseluruhan dari strategi tersebut. "Penayangan di bioskop bukan keseluruhan gambar. Saya melihat ini sebagai kesepakatan satu tahun. Sepenuhnya," ujar Hainline.
Sebelumnya, Fandango telah berpengalaman mengorkestrasi rilis konten non-tradisional di bioskop selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan bekerja sama dengan para pemegang hak siar untuk menayangkan acara WWE, Olimpiade Musim Panas, presentasi Piala Dunia FIFA berbahasa Spanyol bekerja sama dengan Telemundo, hingga program Love Island USA.
Sejarah dan Transformasi Perusahaan
Perusahaan yang awalnya diluncurkan pada tahun 2000 sebagai usaha patungan antara jaringan bioskop besar di Amerika Serikat dan perusahaan modal ventura ini diakuisisi oleh Comcast pada tahun 2007, dengan Warner Bros Discovery bertindak sebagai pemegang saham minoritas. Pada tahun 2024, Fandango menyerap layanan streaming dan VOD yang sebelumnya dikenal sebagai Vudu, yang dibeli Comcast pada tahun 2020.
Layanan yang sempat dinamai Fandango at Home tersebut kemudian menghilangkan frasa "at Home" pada bulan Juli lalu guna menyatukan toko digital serta layanan tiket di bawah satu merek tunggal Fandango. Langkah ini dilakukan seiring ekspansi konten gratis yang didukung iklan serta penggabungan aplikasi tiket dan streaming dengan Rotten Tomatoes.
Baca Juga: Spider-Man Kuasai Box Office, Coyote vs. Acme Raup Debut Kuat






