
Pembukaan Festival Film Venesia tahun ini menandai dimulainya persaingan ajang penghargaan melalui penayangkan film "Ink" garapan sutradara peraih Oscar, Danny Boyle. Film produksi Studiocanal yang dijadwalkan mendapat distribusi dari Netflix di Amerika Serikat tersebut mengangkat kisah era akhir 1960-an hingga awal 1970-an ketika taipan media asal Australia, Rupert Murdoch, mengakuisisi surat kabar tabloid The Sun dan menunjuk alumnus The Daily Mirror, Larry Lamb, sebagai editor.
Meskipun tema kekaisaran media Murdoch kerap disandingkan dengan serial sukses "Succession", film ini berfokus pada dinamika saat surat kabar tersebut mengalami kegagalan sebelum akhirnya dibeli. Peran utama Larry Lamb diperankan oleh bintang "28 Years Later", Jack O'Connell, yang memimpin jajaran staf loyal yang diperankan oleh Claire Foy dan Brian Gleeson. Sementara itu, karakter Rupert Murdoch diperankan oleh aktor yang baru saja masuk nominasi Oscar, Pearce.
Dalam konferensi pers festival tersebut, O'Connell mengungkapkan bahwa putri Rupert Murdoch, Elizabeth, menyampaikan pesan langsung kepadanya. "Ayah sangat senang kamu memerankan dirinya," ujar O'Connell menirukan ucapan tersebut.
Sutradara Danny Boyle menyamakan penampilan O'Connell sebagai Lamb dengan salah satu tokoh penjahat ikonis dalam sejarah perfilman. Ia bahkan meminta para perancang produksi untuk merancang ruang kerja karakter tersebut agar menyerupai film "The Godfather". "Ia memiliki kemampuan untuk membawa Anda ke tempat-tempat gelap bersamanya seperti Pacino di 'Godfather II.' Ia akan benci saya mengatakan itu. Tapi bagi saya, itulah inspirasinya," kata Boyle.
Baca Juga: Rachel Griffiths Bergabung dalam Serial Drama Wentworth: Halfway Home
O'Connell menilai bahwa narasi dalam film ini menyoroti konsekuensi ketika seseorang mengorbankan moral dan standar serta privasi orang lain demi menjual sebuah produk. "Penggalian hal tersebut terhadap seseorang, saya pikir itu mengejarnya," ucap O'Connell.
Dari sisi peluang Oscar, persaingan kategori Aktor Terbaik tahun ini diprediksi berlangsung ketat melawan sejumlah bintang besar yang belum pernah meraih Academy Award. Nama-nama yang masuk bursa meliputi Ryan Gosling lewat "Project Hail Mary", Matt Damon melalui "The Odyssey", serta Tom Cruise lewat "Digger". Di sisi lain, Pearce berpotensi membidik nominasi Aktor Pendukung Terbaik menyusul kesuksesannya dalam film "The Brutalist".
Pendekatan penyutradaraan Boyle dalam film ini dinilai sebagai bentuk kembalinya gaya khasnya yang diapresiasi oleh Akademi film. Bersama sinematografer Alwin H. Küchler, Boyle memanfaatkan kamera 360 derajat secara intensif serta mengakal keterbatasan anggaran untuk menghadirkan efek visual dinamis. "Kami tidak memiliki anggaran sebanyak 'The Matrix', jadi kami memiliki versi murah dari itu beberapa kali," kata Boyle sambil menambahkan bahwa mereka bersenang-senang dengan penggunaan kamera tersebut.
Adaptasi layar lebar yang bersumber dari pameran atau drama panggung tahun 2017 karya penulis skenario James Graham ini tetap mempertahankan kedalaman cerita meski berbiaya rendah. Keterlibatan perajin teknis seperti penata suara Simon Hayes, penyunting suara Johnnie Burn, komposer musik Daniel Pemberton, hingga penyunting gambar Fin Oates turut memperkaya lapisan artistik film ini.
Baca Juga: Miranda Otto Bintangi Serial Komedi Australia Tough Love
Secara keseluruhan, "Ink" mungkin bukan kandidat otomatis peraih Film Terbaik sejak awal, namun dinilai cukup menghibur untuk mempertahankan posisinya dalam percakapan musim penghargaan. Boyle sendiri berharap karya terbarunya dapat merayakan perdebatan penonton terhadap subjek yang kontroversial. "Film ini, saya harap, sangat menghibur tentang subjek yang cukup kontroversial yang disukai banyak orang, dan tidak disukai banyak orang," ujar Boyle.





