Sutradara film "The Bride", Maggie Gyllenhaal, melontarkan kritik sekaligus pertanyaan terbuka terkait minimnya keterlibatan sutradara perempuan dalam kompetisi utama Festival Film Venesia 2026. Dari total 21 judul yang masuk dalam daftar kompetisi, ajang tersebut hanya memilih dua film yang disutradarai atau disutradarai bersama oleh perempuan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh peraih dua nominasi Oscar itu saat hadir dalam konferensi pers juri Festival Film Venesia pada Rabu. Gyllenhaal, yang memimpin dewan juri kompetisi tahun ini, duduk berdampingan dengan Direktur Festival Alberto Barbera dalam acara yang dihelat di Venesia.
Dalam sesi tersebut, Gyllenhaal sempat melontarkan candaan menanggapi pertanyaan seputar posisinya sebagai ketua juri di tengah minimnya representasi perempuan. "Saya rasa akhirnya menjadi jelas bahwa pria membuat film yang lebih baik daripada wanita," ujar Gyllenhaal.
Isu Sistem Pendanaan dan Penilaian Seni
Menjelaskan pandangannya secara lebih serius, Gyllenhaal menilai ada persoalan yang bersifat sistemik di industri perfilman. Menurutnya, hambatan finansial masih menjadi kendala utama bagi para sineas perempuan.
Baca Juga: Daftar Penjualan Film di Festival Musim Gugur 2026
"Ada masalah sistemik, tentu saja. Saya pikir jauh lebih sulit bagi perempuan untuk mendapatkan pendanaan film mereka," ucap Gyllenhaal. Ia juga mempertanyakan standar yang menentukan nilai sebuah karya seni di industri perfilman.
Selain itu, ia menyoroti apakah subjek film yang diangkat oleh perempuan—berdasarkan pengalaman hidup mereka yang berbeda di dunia—kerap tidak dianggap sebagai karya seni tinggi. Ia mempertanyakan pihak yang menentukan standar kualitas serta nilai dalam sebuah sinema.
Respons Direktur Festival Film Venesia
Menanggapi pernyataan tersebut, Alberto Barbera membantah adanya diskriminasi dalam proses kurasi film. Ia menegaskan bahwa tim seleksi bekerja secara objektif tanpa memandang bentuk maupun konten.
"Tidak ada prasangka dalam hal bentuk atau konten. Sangat sulit untuk menilai kualitas film, kemampuan seorang sutradara untuk menerjemahkan ke dalam gambar, ke dalam sebuah cerita," ujar Barbera.
Baca Juga: Netflix Rilis Trailer Serial Terbatas East of Eden Dibintangi Florence Pugh
Barbera menambahkan bahwa pihak penyelenggara berupaya melakukan penilaian secara objektif. Ia memastikan tidak ada topik tertentu yang dianggap lebih rendah atau kurang penting dibanding yang lain.
Pandangan Lanjutan Dewan Juri
Merespons tanggapan tersebut, Gyllenhaal kembali menekankan adanya kerancuan nilai yang terjadi secara sistemik. Ia berpandangan bahwa waktu yang tersedia bagi perempuan untuk memproduksi film masih tergolong singkat.
"Saya pikir ini adalah waktu yang sangat singkat bagi perempuan untuk memiliki kesempatan membuat film sama sekali, dan butuh waktu untuk membiasakan diri dengan kenyataan bahwa saya pikir banyak perempuan membuat film dengan cara yang cukup berbeda dari pria," tutur Gyllenhaal.
Ia menegaskan kehadirannya membawa pertanyaan mendasar mengenai alasan di balik sedikitnya jumlah perempuan di jajaran pembuat film kompetisi utama tahun ini. Kendati demikian, ia mengapresiasi langkah penunjukan dirinya oleh Alberto Barbera dan Giulia D’Agnolo Vallan sebagai ketua juri utama setelah karya-karya yang telah ia buat.
Baca Juga: Danny Booko dan Nia Sanchez Tinggalkan Serial The Valley
Acara konferensi pers tersebut turut disaksikan oleh sejumlah anggota juri kompetisi lainnya. Beberapa di antaranya adalah para pembuat film perempuan seperti sutradara peraih Grand Jury Prize lewat "The Voice of Hind Rajab", Kaouther Ben Hania, serta sutradara "No Good Men", Shahrbanoo Sadat.






