Produser eksekutif Leonora Ann Darby resmi melayangkan gugatan hukum terhadap perusahaan produksi film Tea Shop Productions serta dua produsernya, James Harris dan Mark Lane. Gugatan tersebut didaftarkan di Pengadilan Tinggi Los Angeles pada 28 Agustus menyusul dugaan pelanggaran kontrak dan pola perlakuan tidak adil selama tujuh tahun.
Dalam dokumen setebal 135 halaman yang diajukan oleh firma hukum Singh, Singh & Trauben dari Beverly Hills, Darby menyebutkan bahwa perselisihan ini berpusat pada film horor hit global berjudul Obsession. Film yang dibintangi oleh Inde Navarrette dan Michael Johnston tersebut berhasil meraup pendapatan box office global hingga mendekati 510 juta dolar AS setelah dirilis secara luas pada 15 Mei.
Perjalanan Karier dan Janji Kompensasi
Darby mulai bergabung dengan Tea Shop pada 2019 ketika perusahaan tersebut masih merintis. Pihak pendiri menjanjikannya posisi sebagai produser yang setara, yang mencakup aspek kompensasi, arah perusahaan, keputusan proyek, transparansi keuangan, hingga akses peluang bisnis.
Seiring berjalannya waktu dari 2019 hingga 2026, Darby meniti karier dari eksekutif pengembangan dan produksi hingga menjadi salah satu dari tiga produser utama di Tea Shop. Ia menyatakan telah memenuhi kewajibannya dengan menginisiasi proyek, merangkai pembiayaan, memproduksi film sejak pra-produksi hingga pengiriman, serta menyelesaikan berbagai kendala hukum maupun kendali mutu.
Baca Juga: Festival Daisy Chain Olivia Rodrigo Raup Donasi Rp20 Juta
Penyelamatan Produksi dan Sengketa Laba
Menurut keterangan dalam gugatan, Darby turun tangan secara langsung untuk mengamankan film Obsession yang ditulis dan disutradarai oleh Curry Barker agar kembali ke jalur yang benar secara kreatif maupun pascaproduksi. Usaha tersebut berujung pada penjualan film senilai 16,2 juta dolar AS kepada Focus Features pada Festival Film Toronto tahun lalu.
Kendati demikian, pihak penggugat menyatakan bahwa Harris dan Lane mengingkari janji tahun 2024 yang menetapkan bahwa Darby akan menerima sepertiga atau 33,33 persen dari laba bersih yang menjadi hak Tea Shop untuk film-film yang dipimpinnya. Darby mengeklaim dirinya disingkirkan dari pembagian keuntungan bersih keseluruhan untuk film beranggaran kurang dari 800.000 dolar AS tersebut, meskipun ia mengakui sempat menerima pembayaran tambahan sebesar 300.000 dolar AS.
Tuntutan Pengadilan dan Respons Pihak Terkait
Melalui gugatan yang mencakup 10 klaim dan menuntut sidang juri, pihak Darby menuntut ganti rugi serta upah yang tidak ditentukan jumlahnya. Gugatan ini juga meminta audit serta investigasi menyeluruh mengenai sejumlah judul film termasuk Obsession, A Banquet, Banquet, Bull, The Wasp, The Cut, Into the Deep, Tornado, dan The Surfer.
Focus Features selaku distributor serta produser eksekutif Jason Blum tidak dimasukkan sebagai pihak tergugat dalam perkara ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak Tea Shop Productions belum memberikan tanggapan saat dihubungi oleh media terkait gugatan hukum tersebut.
Baca Juga: Netflix Hadirkan ‘The Sex Lives of College Girls’ Lewat Kesepakatan Lisensi Warner Bros






