Presiden Amerika Serikat menyatakan dukungannya terhadap penerapan kredit pajak film federal guna mendongkrak produksi film agar kembali dikerjakan di dalam negeri. Gagasan ini disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social, di mana ia mendesak para politisi dari Partai Republik dan Demokrat untuk segera merumuskan regulasi bersama.
Dalam seruannya, ia meminta agar Kongres segera mengesahkan insentif produksi federal demi membuka lapangan kerja di sektor hiburan nasional. Dorongan tersebut muncul setelah ia mengadakan pertemuan dengan Jon Voight, yang bertindak sebagai salah satu perwakilan dalam isu ini.
Respons Industri Perfilman
Pimpinan Motion Pictures Association, Charles Rivkin, mengeluarkan pernyataan resmi yang menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi pencapaian penting bagi industri perfilman di Amerika Serikat.
Rivkin menyatakan bahwa insentif tingkat federal akan menjadi langkah bersejarah untuk memperluas produksi ke berbagai komunitas lokal di 50 negara bagian. Selain itu, kebijakan ini dinilai mampu memperkuat perekonomian negara serta meningkatkan daya saing global.
Baca Juga: AMC Theaters Luncurkan Label Distribusi Film Leawood Films
Tantangan Produksi Domestik
Sebelumnya, kalangan industri di Hollywood telah lama menantikan adanya kredit pajak tingkat federal. Kebijakan ini dinilai krusial agar produksi film dan televisi di Amerika Serikat dapat bersaing dengan berbagai destinasi luar negeri seperti London, Kanada, dan wilayah Eropa lainnya.
Kombinasi antara insentif pajak federal dan kredit pajak tingkat negara bagian diyakini dapat menarik kembali pembuatan film layar lebar besar ke dalam negeri. Selama ini, tingkat produksi di Los Angeles dilaporkan mengalami penurunan meskipun berbagai kredit baru yang agresif telah diberlakukan dalam setahun terakhir.
Asosiasi Film menyatakan siap melanjutkan kerja sama dengan Gedung Putih serta para pemimpin bipartisan di Kongres. Tujuannya adalah mewujudkan insentif nasional yang efektif dan bermakna melalui pengesahan undang-undang.






