Komedian Bill Maher menyampaikan penghormatan atau tribute bagi mendiang Dolly Parton melalui acara Real Time yang tayang pada Jumat. Dalam monolog pembuka, ia menyinggung wafatnya sang ikon musik country yang meraih 11 penghargaan Grammy pada usia 80 tahun pekan ini.
Sebelum menyampaikan penghormatannya, Maher melontarkan candaan yang menyoroti penampilan fisik sang penyanyi. Pembukaan tersebut langsung menarik perhatian penonton yang mengikuti siaran tersebut.
Reaksi Publik atas Kepergian Dolly Parton
Maher membuka pembicaraan dengan menyebutkan bagaimana perhatian publik tertuju pada kehilangan besar ini. Ia menuturkan bahwa kesedihan atas kepergian Dolly Parton mendominasi perbincangan di seluruh Amerika Serikat sepanjang pekan.
"Semua ini terjadi, dan yang bisa dibicarakan oleh seluruh warga Amerika sepanjang pekan ini adalah betapa sedihnya kita karena kehilangan Dolly Parton," ujar Maher.
Baca Juga: Mikroba Bumi Diyakini Mampu Bertahan di Kutub Selatan Bulan
Ia juga mencatat berbagai bentuk penghormatan yang diberikan oleh berbagai belahan dunia untuk mengenang sang musisi. Berbagai bangunan ikonik dan fasilitas publik di sejumlah tempat turut menampilkan simbol penghormatan khusus.
"Semua orang di seluruh negeri, bahkan di seluruh dunia—London, mereka melakukan berbagai hal, bianglala Santa Monica diterangi dengan hati, Gedung Empire State bernuansa merah muda. The Sphere di Las Vegas menambahkan sebuah puting," ucapnya.
Perjalanan Karier dan Aksi Filantropi
Dolly Parton dikenal luas sebagai penyanyi dan penulis lagu legendaris di balik karya populer seperti Jolene serta I Will Always Love You. Selain karier musik yang gemilang dan pencapaian di dunia layar lebar, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan filantropi.
Melalui Yayasan Dollywood, ia mendedikasikan diri untuk mendukung pendidikan dan literasi anak-anak. Kontribusinya juga mencakup penggalangan dana untuk riset HIV dan AIDS serta membantu pendanaan vaksin COVID-19 dari Moderna.
Baca Juga: Studi Baru Ungkap Ikan Purba di Amerika Utara Bisa Hidup Ratusan Tahun
Semasa hidupnya, sang musisi turut mendedikasikan waktu dan energinya untuk penanggulangan bencana alam, kesejahteraan hewan, hingga berbagai isu kaum LGBTQ. Ia tetap aktif berkarya hingga tahun-tahun terakhir sebelum akhirnya berpulang di Nashville pada hari Selasa akibat sakit kanker yang dialaminya dalam waktu singkat.






