BERITA TREN – Pernahkah kamu mempertanyakan, apakah setelah imsak masih boleh makan?
Imsak sering kali menjadi acuan bagi umat Islam untuk mengetahui batas waktu terakhir mereka bisa makan dan minum sebelum waktu Subuh tiba.
Akan tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa setelah imsak pun kita masih bisa makan. Hal ini lah yang menimbulkan banyak pertanyaan, apakah setelah imsak masih boleh makan?
Baca Juga: Seberapa Lama Sebaiknya Durasi Olahraga Saat Puasa Ramadhan Dilakukan? Cek Lengkapnya di Sini!
Waktu imsak sendiri merupakan jeda waktu sepuluh menit sebelum adzan Subuh.
Secara bahasa, imsak bermakna menahan diri atau batas waktu memulai puasa.
Rasulullah SAW juga tercatat suka mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu Subuh.
Baca Juga: Benarkah Doa Orang Berpuasa Tidak Ditolak? Cari Tahu Lengkap di Sini!
Ketentuan waktu imsak ini didasarkan pada sebuah hadits dari Anas Bin Malik RA, yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit.
Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa jarak antara azan Subuh dan saat mereka mengakhiri sahur sekitar membaca 50 ayat Al-Quran.
Namun, masih terdapat kebingungan di kalangan umat Islam terkait waktu imsak yang seringkali dianggap sebagai batas akhir makan sahur.
Baca Juga: Bacaan Doa Diberikan Kesehatan Lengkap Bahasa Arab dan Artinya, Amalkan agar Puasa Tetap Fit
Padahal, azan Subuhlah yang sebenarnya menjadi penanda berakhirnya waktu sahur.
Maka, setelah imsak, masih diperbolehkan untuk makan dan minum, sebab tindakan tersebut tidak akan membatalkan puasa.
Hal ini diperkuat dengan sebuah hadits yang mengemukakan bahwa azan Bilal tidaklah menjadi penghalang untuk melanjutkan sahur.
Azan Bilal diberikan pada malam hari, sementara azan Ibnu Ummi Maktum, yang menandai waktu Subuh, tidak akan diberikan hingga terbit fajar.
Tidak hanya itu, sebagian ulama juga membolehkan untuk makan dan minum setelah terdengar azan, asalkan makanan masih ada di tangan.
Hal ini ditegaskan melalui hadits yang menyatakan bahwa jika seseorang masih memiliki makanan di tangannya saat mendengar azan, ia dapat menyelesaikan makanan tersebut tanpa membatalkan puasa.
Meskipun demikian, ada anjuran dari beberapa ulama, seperti M. Quraish Shihab, untuk menghindari makan dan minum setelah imsak.
Anjuran ini sebagai bentuk kehati-hatian umat Islam agar tidak dalam kondisi makan dan minum saat waktu Subuh telah masuk.
Dalam prakteknya, keputusan untuk melanjutkan makan setelah imsak atau tidak menjadi kembali kepada keyakinan dan interpretasi masing-masing orang.
Namun, yang perlu diingat adalah bahwa yang menjadi penanda akhir sahur adalah azan Subuh, dan setiap tindakan yang dilakukan sebelum azan tersebut tidak akan membatalkan puasa.
Dengan demikian, setelah penjelasan di atas, pertanyaan apakah setelah imsak masih boleh makan, sudah bisa terjawab, bukan?***







