Perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau America memicu pertanyaan terkait bagaimana aplikasi peta digital seperti Google Maps, Apple Maps, dan Bing Maps akan menampilkan wilayah tersebut. Hingga saat ini, layanan peta masih mencantumkan label Danau Ontario, namun perubahan penamaan tersebut dinilai berpeluang terjadi sebagaimana kasus perubahan nama Teluk Meksiko tahun lalu.
Kebijakan baru ini muncul di tengah berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada. Asisten Sekretaris Pers Gedung Putih, Allison Schuster, menyatakan bahwa langkah tersebut diambil karena sebagian besar volume danau besar tersebut berada di wilayah teritorial Amerika Serikat.
"Berkat tindakan berani Presiden Trump, namanya sekarang akan mencerminkan tempatnya di Amerika dan warisannya," ujar Schuster melalui keterangan resmi.
Tantangan Perbatasan dan Respons Layanan Peta
Terdapat perbedaan teknis yang signifikan antara perubahan nama Teluk Meksiko dan Danau Ontario. Berbeda dengan teluk sebelumnya, garis perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada melintasi Danau Ontario secara langsung. Kondisi geografis ini memunculkan sejumlah pertimbangan teknis baru bagi pengembang perangkat lunak pemetaan.
Baca Juga: Meta Gulirkan Pembaruan Kacamata Pintar Atasi Privasi Perekaman
Apple, Google, dan Microsoft dilaporkan belum memiliki kewajiban hukum untuk menampilkan nama baru tersebut kepada pengguna di Kanada. Selain itu, perubahan ini berpotensi mengharuskan sistem aplikasi mengubah label secara otomatis apabila pengguna melintasi perbatasan negara.
Di sisi lain, sejumlah penyedia layanan peta mulai menentukan sikap. MapQuest secara tegas menyatakan tidak akan mengikuti perubahan penamaan tersebut pada perangkat lunak mereka.
Melalui sebuah unggahan di platform X pada 27 Agustus 2026, pihak MapQuest menyampaikan penolakan mereka secara terbuka. "Kami tidak mengubah nama Danau Ontario. Silakan beri nama apa saja sesuka Anda," tulis perusahaan tersebut sambil menyertakan tangkapan layar bertuliskan "Danau Apakah Kita Melakukan Ini Lagi?".
Polemik Akronim dan Tanggapan Pemerintah
Gedung Putih melalui juru bicaranya belum memberikan jawaban pasti saat dikonfirmasi mengenai pernyataan MapQuest maupun batas waktu kepatuhan bagi perusahaan teknologi. Di sisi lain, perubahan penamaan ini juga berdampak pada aspek edukasi dan kebiasaan mengingat.
Baca Juga: Apple TV dan Paket Apple One Resmi Naikkan Harga di AS
Selama ini, pelajar di Amerika Serikat mengenal jajaran Danau-Danau Besar melalui akronim singkat "HOMES" yang mencakup Huron, Ontario, Michigan, Erie, dan Superior. Gubernur New York, Kathy Hochul, dalam kritikannya terhadap kebijakan tersebut, menyoroti bahwa akronim itu berpotensi berubah menjadi "SHAME" akibat pergantian nama tersebut.
Perubahan nama wilayah ini diperkirakan memerlukan waktu beberapa pekan hingga tercermin pada Sistem Informasi Nama Geografis (GNIS), serupa dengan proses penyesuaian label geografis pada tahun sebelumnya.






