Departemen Perdagangan Utah memutuskan untuk menunda penegakan undang-undang verifikasi usia yang menyasar penggunaan jaringan pribadi virtual (VPN) di wilayah tersebut. Kebijakan ini ditangguhkan hingga hakim federal mengeluarkan putusan atas gugatan hukum yang sedang berjalan.
Undang-undang yang dikenal sebagai SB 73 ini ditempatkan oleh parlemen negara bagian sebagai bentuk amandemen terhadap peraturan verifikasi usia yang sudah ada. Regulasi tersebut sebelumnya disahkan pada bulan Maret dan sempat dijadwalkan mulai berlaku pada bulan Mei lalu.
Namun, peluncuran awal terpaksa dihentikan setelah Aylo, perusahaan induk yang menaungi Pornhub, melayangkan gugatan hukum di pengadilan federal. Pihak berwenang di Utah kemudian sepakat untuk kembali menunda penerapan aturan ini sembari proses persidangan terus berlanjut.
Peraturan yang Menargetkan Penggunaan VPN
Utah tercatat sebagai negara bagian pertama di Amerika Serikat yang mengesahkan undang-undang yang menargetkan penggunaan VPN pada tahun ini. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya penindakan yang lebih luas terhadap konten dewasa.
Baca Juga: Bocoran Harga iPhone Ultra Muncul di Australia, Termahal Tembus Rp59 Juta
Aturan ini memuat ketentuan bahwa setiap orang yang berada secara fisik di dalam yurisdiksi Utah dianggap mengakses situs web dari wilayah tersebut, terlepas dari apakah mereka menggunakan VPN atau tidak. Selain itu, pemilik situs web yang menampung sebagian besar materi berbahaya bagi anak di bawah umur dilarang memfasilitasi atau mendorong penggunaan VPN.
Perdebatan Hukum dan Respons Industri
Meskipun regulasi tersebut tidak secara langsung melarang penggunaan VPN secara total, aturan ini membuat pemilik situs web bertanggung jawab penuh atas penggunaan VPN oleh para penggunanya. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran mendalam di kalangan aktivis privasi dan hak-hak digital.
Dalam sebuah sidang yang berlangsung pada hari Kamis, hakim yang menangani perkara ini menyatakan bahwa dirinya belum dapat memastikan kapan putusan akhir akan diterbitkan. Di sisi lain, Aylo dan Pornhub konsisten menjadi pihak yang menentang penerapan undang-undang verifikasi usia di berbagai negara bagian.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak menolak segala bentuk verifikasi usia, tetapi menilai implementasi di Amerika Serikat telah menciptakan risiko substansial terhadap pencurian identitas serta masalah privasi lainnya. Sebagai bentuk protes, Pornhub telah memblokir akses di 25 negara bagian alih-alih mematuhi aturan tersebut.
Baca Juga: Audacity 4.0 Resmi Dirilis dengan Mode Gelap dan Fitur Suntingan Granular






