Peneliti menemukan keberadaan komunitas organisme laut yang hidup di dalam aliran air asin Blood Falls di Antartika. Fenomena alam yang berlokasi di tepi timur Gletser Taylor, McMurdo Dry Valleys, tersebut mengalirkan air berwarna merah pekat menuju Danau Bonney.
Publikasi riset dalam jurnal Nature Geoscience mengonfirmasi bahwa aliran air tersebut dihuni mikroorganisme khas ekosistem samudra. Temuan ini menegaskan adanya kehidupan biologis tersembunyi jauh di bawah hamparan es kutub.
Warna merah menyala pada aliran air tersebut berasal dari kandungan garam serta konsentrasi zat besi yang sangat tinggi. Meskipun penampakan visualnya telah lama diamati, asal-usul pasti dari sumber pasokan air asin di bawah gletser hingga kini belum diketahui.
Keberadaan mikroba air asin ini membuktikan bahwa sistem perairan di bawah gletser tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan samudra. Lokasi fenomena unik ini berada cukup jauh dari wilayah pesisir pantai.
Baca Juga: Daftar Pemenang The Edge Street Photography Awards 2026
"Menemukan sesuatu yang pada dasarnya merupakan oasis laut yang tumbuh subur di gurun kutub lebih dari 32 km dari samudra adalah luar biasa," kata Andrew E. Allen, salah satu penulis studi sekaligus ekolog mikroba di University of California, San Diego.
"Komunitas mikroba beragam yang kami temukan tetap mempertahankan koneksi biologis dengan lingkungan laut purba, sekaligus menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi kehidupan yang luar biasa," paparnya. Penjelasannya menegaskan daya adaptasi mikroorganisme di lingkungan ekstrem.
Dalam proses penyelidikan, tim peneliti menganalisis 167 sampel yang terdiri atas air, sedimen, serta udara dari lokasi tersebut. Pengujian ilmiah ini mengandalkan beberapa teknik analisis genetik untuk mengidentifikasi keberadaan mikroorganisme.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sampel es merah, sedimen, dan lumpur di bagian bawah gletser hampir sepenuhnya didominasi mikroba berkarakteristik laut. Kondisi ini berbanding terbalik dengan area sekitarnya yang didominasi organisme air tawar dan daratan.
Baca Juga: Perez Hilton Dirawat di Rumah Sakit Usai Krisis Kesehatan Mental Saat Live TikTok
"Aktivitas biologis yang kami amati dari analisis mRNA menunjukkan komunitas laut purba ini tidak sekadar membeku dimakan waktu, tetapi entah bagaimana mampu bertahan meskipun terjadi perubahan lingkungan yang sangat drastis," jelas Allen. Hasil pengujian mRNA menjadi bukti aktivitas biologis yang masih terus berlangsung.
Berdasarkan studi geokimia terdahulu, pasokan air asin di kawasan tersebut diperkirakan berasal dari air laut purba. Air samudra membanjiri Lembah Taylor sewaktu periode hangat berlangsung di masa lalu.
Ketika permukaan air laut surut, sumber air tersebut terjebak dan terisolasi di bawah paparan Gletser Taylor yang meluas. Mikroorganisme purba tersebut berhasil bertahan hidup terisolasi hingga kini terungkap melalui analisis ilmiah.






