Follow FansPage
Berita Tren
Kamis, 6 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Internasional

Rencana Arab Saudi Menarik Gunung Es Antarktika Jadi Sumber Air Tawar

by Siti Nurhaliza
Agustus 5, 2026
in Internasional
0
0
SHARES
143
VIEWS

Pemerintah Arab Saudi pernah mengajukan usulan ekstrem pada 1977 dengan merencanakan penarikan gunung es raksasa dari Antarktika menuju Semenanjung Arab. Langkah tersebut dirancang untuk mengatasi kelangkaan pasokan air tawar di wilayah gurun tersebut.

Sebagai kawasan yang memiliki curah hujan sangat rendah, Arab Saudi terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi populasinya. Pada era 1970-an, negara tersebut sejatinya telah mulai mengembangkan teknologi desalinasi air laut, tetapi biaya operasional dan produksinya saat itu masih sangat tinggi.

Pilihan mengincar Antarktika didasari fakta bahwa sekitar 70 persen cadangan air tawar dunia tersimpan di dalam lapisan es wilayah tersebut. Potensi ini memunculkan gagasan untuk memanfaatkan bongkahan es raksasa sebagai waduk terapung yang dapat dipindahkan.

Dalam skenario proyek tersebut, Pangeran Mohammed Al Faisal mengusulkan penggunaan kapal tunda berkekuatan besar untuk menarik gunung es melintasi lautan menuju Laut Merah atau Teluk Arab. Setelah sampai di tujuan, bongkahan es akan dilelehkan secara bertahap untuk dialirkan sebagai air minum.

Baca Juga: 5 Negara Masuk Lintasan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Indonesia Tak Kebagian

Gagasan ini kemudian dipresentasikan dalam forum International Conference on Iceberg Utilization yang dihadiri sekitar 200 peneliti dari 18 negara. Guna membuktikan kelayakan ide tersebut kepada para ilmuwan, tim proyek mengangkut bongkahan es seberat dua ton dari Gletser Portage di Alaska menuju Iowa State University menggunakan kombinasi helikopter, pesawat, dan truk berpendingin.

Manfaat lain dari gagasan ini juga dipaparkan oleh Pangeran Mohammed Al Faisal dalam makalah ilmiahnya di konferensi tersebut. Ia menulis, "Arab Saudi mempertimbangkan penggunaan gunung es Antarktika sebagai sumber air tawar sekaligus cara memperbaiki iklim mikro di wilayah pesisirnya,"

Advertisement. Scroll to continue reading.

Meski potensi kandungan air tawar gunung es sangat melimpah, proses pengangkutan melintasi jarak ribuan kilometer menghadirkan rintangan teknis yang amat rumit. Para peneliti harus memperhitungkan laju pencairan es selama perjalanan, hambatan angin serta arus laut, hingga opsi membungkus gunung es dengan bahan isolasi penahan panas.

Tingginya tingkat risiko perjalanan memicu skeptisisme dari sejumlah ahli. Wilford Weeks dari U.S. Army Cold Regions Research and Engineering Laboratory menggambarkan besarnya potensi kegagalan proyek ini dengan menyatakan, "Begitu Anda melewati khatulistiwa, kemungkinan yang tersisa hanyalah seutas tali di ujung kapal penarik,"

Baca Juga: Jadi Berita Viral di Dunia, Ini Dia Sejarah dan Kehidupan dari Suku Maori yang Merupakan Warisan Budaya Asli dari Selandia Baru

Di samping kendala teknis, para peneliti menyoroti dampak lingkungan yang timbul jika gunung es ditambatkan di kawasan pesisir, termasuk perubahan suhu air laut dan gangguan ekosistem lokal. Besarnya perkiraan biaya serta tingginya ketidakpastian membuat proyek ini akhirnya dinilai tidak layak secara ekonomi dan tidak pernah diwujudkan.

Kendati tidak pernah direalisasikan, rencana ini tercatat sebagai salah satu eksperimen paling unik dalam sejarah rekayasa sumber daya air. Konsep pemanfaatan gunung es sebagai alternatif penyedia air tawar pun masih sesekali menjadi bahan diskusi di tengah ancaman krisis air dan perubahan iklim global.

Tags: air tawarantarktikaArab Saudigunung espangeran mohammed al faisalwilford weeks

Berita Terkait

Internasional

5 Negara Masuk Lintasan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Indonesia Tak Kebagian

by Aditya Saputra
Agustus 5, 2026
Internasional

Jadi Berita Viral di Dunia, Ini Dia Sejarah dan Kehidupan dari Suku Maori yang Merupakan Warisan Budaya Asli dari Selandia Baru

by Dwi Cahyo Nugroho
Desember 3, 2024
Internasional

Sidang Parlemen di Selandia Dihentikan Sementara Waktu, Terkait Protes dari salah satu Anggota yang Menarik Tarian Haka: Melibatkan Suku Maori!

by Dwi Cahyo Nugroho
Desember 3, 2024
Internasional

TBSM: Jurusan Seru Buat yang Suka Ngoprek Motor dan Punya Jiwa Wirausaha

by Ahmad Fauzi
Desember 3, 2024
Internasional

Penasaran dengan Minat dan Hobi Pangeran Hisahito yang Menjadi Penerus Kekaisaran Jepang, Gak Neko-neko Hobi Mengamati Dunia Serangga Saja!

by Dwi Cahyo Nugroho
Desember 3, 2024
Leave Comment
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4 Khasiat Wirid Sirrullah, Dzatullah, Sifatullah, Wujudullah yang Bisa Kita Ketahui Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Doa Weton untuk Anak agar menjadi Soleh atau Solehah Arab dan Latin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 4 Kurikulum Merdeka, Identifikasi Perubahan Masyarakat dari Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren