Sebanyak enam perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung dihentikan luar biasa usai gempa bumi bermagnitudo 5,2 menguncang kawasan Pangandaran, Jawa Barat. Penghentian sementara perjalanan armada tersebut dilakukan menyusul guncangan yang dirasakan kuat pada lintas jalur rel vital pada Rabu malam.
Peristiwa tektonik ini terjadi pada pukul 21.55 WIB dengan pusat kedalaman mencapai 18 kilometer. Getaran gempa tercatat merambat hingga ke sejumlah perlintasan utama perkeretaapian, meliputi jalur Nagreg-Banjar, Cibatu-Garut, hingga Cipatat-Gandasoli.
Merespons situasi tersebut, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) langsung menerbitkan instruksi penghentian darurat bagi seluruh rangkaian yang sedang melintas di area terdampak. Prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) diterapkan secara serentak baik untuk rangkaian yang berada di stasiun maupun di tengah petak jalan.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menyatakan bahwa penghentian perjalanan merupakan tindakan penanganan darurat. "Keselamatan merupakan prioritas utama. Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api," ujar Kuswardojo.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Transaksi 4 Kilogram Ganja di Palmerah, Pria 24 Tahun Diringkus
Beberapa unit armada yang tertahan di titik pemberhentian antara lain KA (306) Parcel Selatan di Stasiun Banjar dan KA (300) Cikuray di Stasiun Leles. Selain itu, KA (292) Kutojaya Selatan turut menghentikan lajunya di petak jalan Cibatu-Warungbandrek Km 217+900.
Kondisi serupa dialami KA (72) Mutiara Selatan yang terpaksa tertahan di petak jalan Cipeundeuy-Cirahayu Km 237+000. Sementara itu, rangkaian KA (350) Commuter Line Garut dihentikan operasinya di Stasiun Wanaraja selama proses tanggap darurat.
Rangkaian lain yang ikut tertahan meliputi KA (PLB 80B) Lodaya di petak jalan Manonjaya-Ciamis Km 289+200. Pada saat bersamaan, KA (PLB 287A) Serayu juga diberhentikan sementara sewaktu berada di Stasiun Cipeundeuy.
Guna memastikan keamanan lintas jalur, tim prasarana Daop 2 Bandung dikerahkan secara menyeluruh ke lapangan. Penyisiran teknis dilakukan secara intensif mencakup kelayakan struktur rel, jembatan, terowongan, perangkat wesel, serta sarana pendukung lainnya.
Baca Juga: Satpol PP Kudus Amankan Pengemis Paksa Peziarah di Menara Kudus
Hasil pemeriksaan ketat oleh jajaran petugas memastikan tidak terdapat pergeseran struktur maupun kerusakan pada fisik sarana perkeretaapian. Setelah seluruh prasarana dipastikan aman dan laik jalan, operasional seluruh perjalanan kereta api yang sempat tertahan resmi dibuka kembali secara normal.
Pihak pengelola mengakui tindakan penghentian darurat ini memicu potensi keterlambatan jadwal kedatangan rangkaian kereta. Namun, langkah tegas pemeriksaan infrastruktur tersebut diambil demi menjamin seluruh rangkaian perjalanan berlangsung aman hingga sampai di tujuan.






