Follow FansPage
Berita Tren
Selasa, 11 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

BPS Catat 21 Provinsi Alami Penurunan Indeks Perkembangan Harga

by Siti Nurhaliza
Agustus 10, 2026
in Ekonomi
0
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pemaparan Indeks Perkembangan Harga secara daring.
0
SHARES
143
VIEWS

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa mayoritas daerah di Indonesia mencatat penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama Agustus 2026. Penurunan IPH tersebut tercatat terjadi di 21 provinsi.

Menurut BPS, perkembangan harga komoditas pangan pada awal Agustus 2026 secara umum menunjukkan tren melandai. Jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH tercatat lebih banyak dibandingkan daerah yang mengalami kenaikan.

"Sekitar 21 provinsi mengalami penurunan IPH. Jadi 21 provinsi mengalami penurunan IPH, mulai dari Papua Selatan, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Kalimatan Timur, dan seterusnya," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Pada tingkat kabupaten dan kota, tren penurunan harga juga tercatat lebih dominan. BPS mencatat sebanyak 161 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH, sedangkan wilayah yang mengalami kenaikan tercatat sebanyak 65 kabupaten/kota.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 6.440 Terdorong Sinyal Kebijakan Longgar Bank Sentral Global

"Jadi yang mengalami penurunan IPH lebih banyak dibandingkan dengan yang mengalami kenaikan IPH," kata Amalia menegaskan kondisi tersebut.

Wilayah Penurunan IPH Tertinggi

Dari 21 provinsi yang mencatatkan penurunan IPH, BPS mengidentifikasi sepuluh kabupaten/kota dengan penurunan tertinggi. Wilayah tersebut yaitu Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Minahasa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain lima daerah tersebut, penurunan IPH tertinggi juga tercatat di Kabupaten Sarmi, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta Kabupaten Mongondow Timur.

Pergerakan Komoditas Pangan

Meskipun secara umum harga melandai, BPS tetap memantau sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan IPH di beberapa wilayah. Komoditas daging ayam ras dan daging sapi menjadi perhatian utama karena mengalami kenaikan harga di hampir seluruh provinsi yang mencatat kenaikan IPH.

Baca Juga: IHSG Awal Pekan Melesat ke 6.440, Indeks LQ45 Ikut Naik

Di wilayah Sumatera, pemantauan BPS difokuskan pada pergerakan harga daging ayam ras dan beras. Sementara itu, untuk wilayah Pulau Jawa, komoditas yang menjadi perhatian adalah daging ayam ras dan daging sapi.

Untuk wilayah di luar Jawa dan Sumatera, kenaikan IPH terutama dipengaruhi oleh pergerakan harga tiga komoditas utama. Komoditas tersebut meliputi cabai rawit, daging ayam ras, dan daging sapi.

Evaluasi Level Harga Komoditas

BPS juga mencermati perkembangan harga berdasarkan level harga serta perubahan IPH. Beberapa komoditas tercatat memiliki perubahan IPH yang relatif rendah meskipun level harganya berada dalam kategori sedang hingga tinggi.

Komoditas daging sapi dan bawang putih berada pada level harga relatif sedang dengan perubahan IPH yang rendah. Sebaliknya, beras dan minyak goreng mencatatkan level harga relatif tinggi, bahkan terdapat harga yang berada di atas harga eceran tertinggi (HET).

Baca Juga: Pemprov DKI Rencanakan Obligasi Daerah Rp5,2 Triliun untuk Pembiayaan Pembangunan

"Untuk daging ayam ras, dia level harganya masih relatif rendah, tetapi perubahan IPH-nya relatif tinggi," jelas Amalia mengenai kondisi komoditas unggas tersebut.

Amalia menambahkan bahwa dinamika harga daging ayam ras perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan harga yang cukup tinggi pada daging ayam ras meskipun level harganya saat ini masih tergolong rendah.

Tags: amalia adininggar widyasantibpsharga panganindeks perkembangan hargaJakarta

Berita Terkait

Ekonomi

IHSG Dibuka Menguat ke 6.440 Terdorong Sinyal Kebijakan Longgar Bank Sentral Global

by Ahmad Fauzi
Agustus 10, 2026
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
Ekonomi

IHSG Awal Pekan Melesat ke 6.440, Indeks LQ45 Ikut Naik

by Rizky Pratama
Agustus 10, 2026
Gedung pemerintahan daerah dan kawasan pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta
Ekonomi

Pemprov DKI Rencanakan Obligasi Daerah Rp5,2 Triliun untuk Pembiayaan Pembangunan

by Dwi Cahyo Nugroho
Agustus 6, 2026
Jangan Lewatkan! Cara Cek Bansos Kemensos.go.id 2025 Pakai NIK, Apakah Anda Termasuk Penerima?
Ekonomi

Jangan Lewatkan! Cara Cek Bansos Kemensos.go.id 2025 Pakai NIK, Apakah Anda Termasuk Penerima?

by Siti Nurhaliza
Januari 3, 2025
Bansos BPNT Januari 2025 Cair! Begini Cara Cek Nama Anda di cekbansos.kemensos.go.id dengan NIK KTP
Ekonomi

Bansos BPNT Januari 2025 Cair! Begini Cara Cek Nama Anda di cekbansos.kemensos.go.id dengan NIK KTP

by Kris Dwi Antara
Januari 3, 2025
Leave Comment
  • Bermimpi Jadi Seorang Polisi? Ini Dia Caranya untuk Kalian Para Lulusan SMK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angka Keberuntungan Menurut Primbon Jawa Berdasarkan Hari Kelahiran, Cek DISINI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Doa Weton untuk Anak agar menjadi Soleh atau Solehah Arab dan Latin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren