Adobe resmi memperkenalkan fitur penyuntingan gambar berbasis kecerdasan buatan terbaru bernama AI Assisted Editor. Fitur ini hadir sebagai opsi tambahan dalam perangkat lunak Photoshop untuk membantu pengguna melakukan berbagai perubahan gambar menggunakan perintah bahasa alami.
Pengumuman tersebut disampaikan pada hari Kamis dalam serangkaian pembaruan kemampuan kecerdasan buatan Adobe yang telah ditingkatkan selama setahun terakhir. Selain AI Assisted Editor, perusahaan juga merilis lapisan penyesuaian cahaya baru, Instruct Edit with Masks, serta alat Markup.
Saat membuka aplikasi Photoshop, pengguna kini akan dihadapkan pada dua pilihan antarmuka penyuntingan, yaitu AI Assisted dan Pro Editor. Pro Editor merupakan ruang kerja klasik yang menawarkan kontrol manual penuh terhadap lapisan, penyesuaian, serta alat sunting standar.
Sementara itu, AI Assisted dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pengguna yang kurang berpengalaman. Antarmuka baru ini menyediakan bilah perintah bahasa alami beserta bilah alat vertikal yang memuat tujuh fungsi utama untuk mempermudah proses penyuntingan.
Baca Juga: Apple Ubah Strategi Jelang Peluncuran iPhone dan Perangkat Baru
Beragam Fitur Pintar Baru di Photoshop
Tujuh fungsi dalam bilah alat vertikal tersebut meliputi perintah sunting berbasis teks, penghapusan latar belakang, perluasan dimensi gambar generatif, serta penghapusan objek yang tidak diinginkan. Selain itu, terdapat pula fitur pengisian generatif, peningkatan resolusi gambar secara otomatis, dan penandaan kecerdasan buatan.
Perusahaan menyatakan bahwa opsi baru ini bertujuan untuk menghadirkan penyuntingan yang "lebih presisi, sharper editing." Sebagai contoh, fungsi pengubahan gambar secara keseluruhan dapat dilakukan hanya dengan memasukkan perintah teks sederhana.
Pengguna dapat mengubah latar belakang gambar pemandangan pantai menjadi pegunungan dengan memberikan instruksi tertulis. "Put this person on a hiking trail in the mountains," demikian contoh perintah teks yang dapat diterapkan dalam sistem tersebut.
Kehadiran Lapisan Penyesuaian Cahaya
Pembaruan lain yang turut diperkenalkan adalah lapisan penyesuaian cahaya guna memberikan kontrol pencahayaan yang lebih rinci. Pengguna dapat mengatur berbagai elemen pencahayaan mulai dari pencahayaan dasar, kontras, area terang, area gelap, hingga warna putih dan hitam.
Baca Juga: Perjalanan iPhone Air Sebagai Langkah Transisi Apple Menuju Ponsel Lipat
Fitur Instruct Edit with Masks memungkinkan pengguna mendeskripsikan perubahan yang diinginkan pada area bertopeng tertentu. Pengguna cukup memberikan instruksi seperti membuat subjek tersenyum atau menerbangkan burung tanpa harus menandai setiap bagian gambar secara manual.
Sementara itu, alat Markup memungkinkan pengguna berkomunikasi secara visual dengan cara mencoret atau menggambar pada gambar. Pengguna dapat melingkari sebuah bangunan dan meminta sistem mengubah warnanya untuk menghindari ambiguitas yang mungkin timbul dari perintah teks biasa.
Integrasi Teknologi dan Ketersediaan Beta
Sebelum pengumuman ini, teknologi asisten kecerdasan buatan telah lebih dulu hadir pada bulan Maret, diikuti penambahan asisten serupa ke dalam Photoshop, Premiere Pro, InDesign, Illustrator, dan Frame.io pada bulan Juni. Awal bulan ini, OpenAI dan Adobe juga bekerja sama mengintegrasikan puluhan kemampuan penyuntingan foto serta video ke dalam ChatGPT.
Saat ini, fitur AI Assisted Editor masih berada dalam tahap pengujian melalui versi beta Photoshop. Versi beta perangkat lunak penyuntingan gambar tersebut ditawarkan dengan biaya langganan sebesar $23 per bulan.
Baca Juga: Meta Perbarui Aturan Instagram dan Facebook untuk Pengguna Remaja






