Seorang warga negara Inggris mendadak menjadi miliarder setelah berhasil mendapatkan kembali akses ke dompet mata uang kripto miliknya yang telah lama terkunci. Pria yang menggunakan nama samaran Chris tersebut sebelumnya sempat merasa putus asa karena mengira aset digitalnya telah lenyap selamanya akibat pembekuan akun pada masa lalu.
Kisah bermula pada tahun 2011 ketika Chris memutuskan untuk menanamkan modal sebesar £ 1.500 dalam bentuk Bitcoin. Keputusan itu diambil setelah ia mendapatkan saran dari seorang rekan yang meyakininya bahwa aset tersebut memiliki potensi perkembangan yang sangat pesat di masa mendatang.
Pembelian tersebut dilakukan melalui platform Intersango yang sebelumnya dikenal dengan nama Britcoin sebagai tempat penyimpanan aset digital miliknya. Kendati demikian, bursa Bitcoin tempat ia bertransaksi kemudian mengalami sejumlah kendala operasional yang berujung pada pembekuan akun.
Upaya Penarikan Dana yang Gagal
Pada tahun 2014, Chris sempat berupaya untuk menarik dana miliknya yang pada saat itu tercatat bernilai sekitar USD 5.400. Namun, ia justru mendapati kenyataan pahit bahwa seluruh akses ke akun tersebut telah ditutup oleh pihak pengelola.
Baca Juga: Apple Ubah Strategi Jelang Peluncuran iPhone dan Perangkat Baru
Situasi bertambah rumit karena perusahaan pengelola platform tersebut tidak berada di bawah yurisdiksi pengawasan Financial Conduct Authority atau lembaga regulator jasa keuangan Inggris. Kondisi ini membuat Chris tidak memiliki banyak ruang untuk mengambil tindakan hukum maupun pengaduan resmi.
Akibat keterbatasan tersebut, ia hanya bisa membiarkan asetnya tertahan sembari menyaksikan pergerakan harga Bitcoin yang terus merangkak naik di pasaran. Pengalaman tersebut sempat meninggalkan rasa penyesalan yang mendalam bagi dirinya.
"Rasanya cukup mengejutkan saat hal itu terjadi. Itu bukanlah uang yang ingin saya hilangkan," ujar Chris kepada LBC.
Seiring berjalannya waktu, ia memilih untuk berhenti mengikuti perkembangan harga aset digital tersebut demi meredam rasa kecewa. Ia bahkan sempat menganggap bahwa dana yang telah ditanamkannya sudah benar-benar hilang tanpa bisa diselamatkan.
Baca Juga: Perjalanan iPhone Air Sebagai Langkah Transisi Apple Menuju Ponsel Lipat
"Rasanya sangat menyakitkan melihat harga Bitcoin terus melonjak naik. Lama-kelamaan, saya berhenti memantaunya karena berpikir: 'percuma saja, aset itu sudah hilang'," kisahnya.
Peran Sang Istri dan Pemulihan Aset
Titik balik terjadi pada awal tahun ini ketika istri Chris memberikan usulan agar suaminya mencoba menghubungi sebuah perusahaan khusus yang bergerak di bidang pemulihan mata uang kripto hilang. Berkat dorongan tersebut, Chris kembali menumbuhkan harapan untuk menyelamatkan asetnya.
Proses pemulihan tersebut ternyata berjalan lebih lancar dibandingkan upaya mengingat kembali kata sandi lama yang telah terlupakan. Dalam kurun waktu beberapa bulan saja, pihak spesialis berhasil memulihkan seluruh dana milik Chris.
Ketika berhasil dibuka kembali, total nilai aset kripto tersebut melonjak drastis hingga mencapai sekitar £ 3,3 juta atau setara dengan USD 4.480.000 dan Rp 79,3 miliar. Lonjakan nilai ini memberikan perubahan finansial yang sangat signifikan bagi kehidupannya.
Baca Juga: Meta Perbarui Aturan Instagram dan Facebook untuk Pengguna Remaja
Rencana Pemanfaatan Dana
Keberhasilan ini mendatangkan rezeki tak terduga yang langsung dimanfaatkan untuk keperluan keluarga. Chris berencana menggunakan sebagian dari dana cair tersebut untuk membeli hunian yang lebih luas demi mengakomodasi kebutuhan ibu mertuanya yang memiliki keterbatasan fisik.
Sementara itu, sisa dari aset digital tersebut diputuskan untuk tetap disimpan dalam bentuk investasi Bitcoin guna mengantisipasi kebutuhan di masa depan.






