Pemerintah Negara Bagian Tennessee mengumumkan rencana untuk mengubah nama Bandara Internasional Nashville (BNA) guna mengenang mendiang musisi legendaris Dolly Parton. Rencana tersebut digagas menyusul kabar duka meninggalnya ikon musik country yang juga meraih 11 penghargaan Grammy pada usia 80 tahun di Nashville pada hari Selasa.
Kantor Gubernur Bill Lee menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan otoritas bandara serta melakukan komunikasi bersama tim mendiang penyanyi tersebut. Usulan pergantian nama ini diproyeksikan menjadi bentuk penghormatan abadi bagi sang seniman yang perjalanan hidupnya dinilai lekat dengan identitas lokal.
Pembahasan Otoritas Bandara
Rencana resmi dari Gubernur Lee tersebut dijadwalkan untuk dibahas oleh Otoritas Bandara Metro Nashville. Lembaga tersebut akan meninjau kebijakan penamaan fasilitas publik serta mendiskusikan usulan pengubahan nama bandara dalam agenda rapat yang berlangsung pada hari Kamis.
Gubernur Bill Lee menyatakan bahwa kehidupan mendiang merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah negara bagian tersebut. Ia menilai bahwa penamaan bandara dengan identitas sang musisi sangat tepat karena lokasi tersebut menjadi gerbang utama penyambutan para pelancong.
Baca Juga: Ancaman Keamanan Siber Global dan Lonjakan Kasus Privasi di AS
Rekam Jejak dan Perjalanan Hidup
Dolly Parton lahir di Pittman Center, Tennessee, pada 19 September 1946. Semasa hidupnya, pelantun lagu populer tersebut menetap di Nashville bersama suaminya, Carl Dean, yang telah lebih dulu meninggal dunia pada bulan Maret tahun lalu di usia 82 tahun.
Keluarga mengonfirmasi bahwa sang musisi tutup usia di Nashville setelah sempat mengalami sakit kanker dalam waktu singkat. Meskipun tetap aktif berkarya hingga akhir hayatnya, ia dilaporkan menghadapi sejumlah kendala kesehatan sepanjang tahun terakhir sebelum berpulang.






