Presiden Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap moderator program Meet the Press asal NBC News, Kristen Welker, pada Minggu di Washington. Trump menyatakan akan melaporkan jurnalis tersebut kepada Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk mendapatkan "teguran atau hukuman" atas pernyataan yang disampaikannya.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform Truth Social pada hari Minggu setelah Welker tampil dalam program stasiun afiliasi lokal WRC-TV di Washington, D.C. Dalam kemunculannya, Welker membahas mengenai pengaruh politik presiden dalam pemilihan pendahuluan mendatang serta rekam jejak dukungan kandidat yang dinilainya mendapatkan hasil yang beragam.
Menanggapi komentar tersebut, Trump menuliskan kemarahannya di media sosial dan menuding Welker menyebarkan ketidakakuratan yang disengaja. Ia mengeklaim bahwa tingkat keberhasilan dukungannya terhadap para kandidat berada di angka 99 persen secara keseluruhan serta 100 persen untuk Senat Amerika Serikat.
Catatan Hasil Pemilihan Pendahuluan
Pernyataan Welker merujuk pada kemenangan terbaru Senator Darline Graham di pemilihan pendahuluan South Carolina yang akan berhadapan dengan Dr. Annie Andrews. Meskipun sejumlah kandidat yang didukung Trump meraih kemenangan, beberapa figur terkemuka lainnya justru mengalami kekalahan dalam pertarungan politik mereka.
Baca Juga: Tim NBC News dan Warga Palestina Selamat dari Serangan Pemukim di Tepi Barat
Beberapa figur penting yang kalah dalam pemilihan pendahuluan tersebut meliputi Mike Lindell yang dikalahkan oleh Lisa Demuth dalam perebutan kursi gubernur Minnesota dari Partai Republik. Selain itu, Rep. Andy Ogles di Tennessee kalah dari penantang utamanya Charlie Hatcher, sementara Randy Feenstra kalah dari Zach Lahn di Iowa, serta Burt Jones kalah dari Rick Jackson di Georgia.
Konteks Hukum dan Gugatan ABC
Ancaman terhadap Welker ini muncul di tengah situasi hukum yang sedang dihadapi oleh FCC menyusul gugatan yang diajukan oleh jaringan televisi ABC. ABC menggugat FCC pada awal bulan ini atas dasar Amendemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat dengan menuduh bahwa sejumlah tindakan regulasi merupakan bentuk pembalasan dari pemerintahan Trump terhadap pemberitaan media.
Sebagai respons terhadap gugatan tersebut, pihak FCC menyatakan bahwa seluruh lembaga penyiaran memiliki kewajiban hukum untuk beroperasi demi kepentingan publik. Ketua FCC Brendan Carr bahkan memerintahkan delapan stasiun televisi milik ABC untuk menyerahkan lisensi siaran mereka guna menjalani proses pembaruan lebih awal.
Tanggapan NBC News dan Komisioner FCC
Pihak NBC News memberikan pembelaan tegas terhadap jurnalis senior mereka menyusul ancaman yang dilayangkan oleh presiden. "Kristen adalah salah satu yang terbaik di bidangnya dan kami berdiri di belakangnya," ujar perwakilan NBC News dalam sebuah pernyataan resmi.
Baca Juga: Google Maps Ubah Danau Ontario Jadi Lake America
Sementara itu, Anna Gomez selaku satu-satunya anggota komisi dari Partai Demokrat memberikan kritik tajam terhadap langkah-langkah yang berpotensi mengancam kebebasan pers. "Seperti yang telah saya katakan berkali-kali, FCC tidak memiliki wewenang untuk menghukum jurnalis yang tidak disukai oleh pemerintahan ini," ujar Gomez.
Berdasarkan ketentuan resmi pada situs web lembaga tersebut, FCC memiliki kebijakan distorsi berita dengan kewenangan yang diatur secara ketat oleh hukum. Badan tersebut dilarang untuk melakukan penyensoran atau melanggar hak-hak Amendemen Pertama milik pers, di mana investigasi hanya boleh berfokus pada laporan berita yang secara sengaja dimaksudkan untuk menyesatkan pemirsa atau pendengar.






