Google resmi mengubah nama Danau Ontario, danau paling timur di kawasan Great Lakes, menjadi Lake America pada Sabtu malam waktu setempat. Perubahan ini dilakukan berselang beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerbitkan perintah eksekutif agar danau tersebut direbranding dalam basis data resmi pemerintah.
Perintah eksekutif tersebut dikeluarkan oleh Trump pada Kamis sebagai bagian dari perselisihan dagang yang sedang berlangsung terkait tarif dengan Kanada. Wilayah provinsi Ontario di Kanada diketahui berbatasan langsung dengan danau tersebut. Langkah ini mengikuti kebijakan serupa yang diambil pada Januari 2025 ketika Trump memerintahkan perubahan nama Teluk Meksiko menjadi Gulf of America.
Kebijakan Penamaan Berdasarkan Wilayah Geografis
Terkait perbedaan tampilan penamaan wilayah ini, pihak Google memberikan penjelasan melalui pernyataan tertulis tanpa nama. Orang-orang yang menggunakan layanan peta di Amerika Serikat akan melihat 'Lake America'. Sementara itu, pengguna di Kanada akan terus melihat 'Lake Ontario', dan pengguna di luar kedua negara tersebut akan melihat kedua nama secara bersamaan.
Google menyatakan bahwa pembaruan tersebut mengikuti kebijakan lama perusahaan untuk badan air yang memiliki nama berbeda di tiap negara, dan kini proses peluncurannya sudah mulai berjalan. Di sisi lain, Apple Maps dan Bing Maps terpantau belum menampilkan perubahan nama tersebut, meski keduanya diperkirakan akan segera menyusul.
Baca Juga: Tim NBC News dan Warga Palestina Selamat dari Serangan Pemukim di Tepi Barat
Respons Basis Data dan Penyedia Peta Lain
Basis data Geographic Names Information System (GNIS) milik pemerintah federal yang menjadi acuan perubahan nama ini, pada Minggu pagi, sebenarnya masih menampilkan Danau Ontario. Peta tersebut disertai catatan bahwa dokumen yang ada "sedang dalam proses diperbarui untuk mencerminkan perubahan nama ini."
Meskipun organisasi swasta penyedia peta tidak memiliki kewajiban hukum untuk menggunakan nama resmi, mereka umumnya menjadikan basis data pemerintah seperti GNIS sebagai acuan. Sejumlah penyedia layanan peta juga menghadapi perdebatan publik di komunitas pemetaan sumber terbuka seperti OpenStreetMap yang teknologinya digunakan oleh perusahaan seperti Uber dan Lyft.
OpenStreetMap pada akhirnya mengakui nama versi Amerika Serikat maupun nama luar negeri, serta memberikan keleluasaan bagi organisasi yang menggunakan peta mereka untuk memilih nama mana yang ingin ditampilkan. Sementara itu, salah satu penyedia peta yang secara tegas menolak melakukan perubahan adalah MapQuest.
Melalui sebuah unggahan di media sosial sebagai respons atas perintah Trump, MapQuest menyatakan dengan tegas, "Kami tidak mengubahnya."
Baca Juga: Guy Pearce Ungkap Jadwal Syuting Sekuel Priscilla Queen of the Desert






