Follow FansPage
Berita Tren
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasional

CAMS: Karhutla di Indonesia Meningkat dan Dipicu El Nino

by Ahmad Fauzi
September 1, 2026
in Nasional
0
0
SHARES
143
VIEWS

Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) melaporkan peningkatan emisi kebakaran hutan dan lahan yang signifikan di sejumlah wilayah Indonesia dalam dua pekan terakhir. Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 21 Agustus, kondisi kebakaran musiman tahun ini dinilai relatif normal, namun intensitasnya terpantau lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Peningkatan aktivitas pembakaran tersebut mulai terdeteksi sejak akhir Juli. Situasi ini dinilai sejalan dengan pola yang terlihat pada sejumlah tahun El Nino sebelumnya, seperti pada 1997, 2005/2006, 2015, 2019, dan 2023, di mana 2026 tampaknya tidak menjadi pengecualian.

Konsentrasi Titik Api di Lahan Gambut

Sistem pemantauan atmosfer Copernicus mencatat bahwa kemunculan api pada awal musim ini terkonsentrasi di Pulau Kalimantan, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Wilayah tersebut memiliki bentangan lahan gambut yang luas dan sulit dikendalikan ketika kebakaran besar telanjur terjadi.

Selain Kalimantan, kebakaran dengan intensitas tinggi juga terdeteksi di Sumatra, serta wilayah Papua Selatan tepatnya di sekitar Taman Nasional Wasur yang didominasi kawasan lahan basah dan sabana.

Baca Juga: Karhutla Bromo Capai 720 Ha, DPR Minta Evaluasi Total SOP

Peran El Nino dan IOD Positif

Musim kebakaran tahun ini diperkirakan menjadi lebih berat akibat kondisi positif El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang kuat di kawasan Pasifik ekuatorial. Fenomena iklim tersebut lazim bertepatan dengan kondisi cuaca yang lebih kering di wilayah Indonesia.

Potensi kekeringan ini turut diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Menurut CAMS, kemunculan IOD positif berlangsung bersamaan dengan perkembangan El Nino yang luar biasa, kendati kedua fenomena tersebut juga dapat berkembang secara terpisah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pemantauan Ketat Kualitas Udara

Dampak kebakaran tidak hanya terbatas di sekitar sumber api, melainkan memicu kabut asap regional yang telah menyebar ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Di Pontianak, Kalimantan Barat, kondisi tersebut bahkan menyebabkan puluhan sekolah ditutup.

Dalam mengamati dinamika ini, Mark Parrington, ilmuwan senior di ECMWF yang bekerja untuk CAMS, menyatakan bahwa pemantauan dilakukan secara intensif guna menganalisis perubahan kualitas udara.

Baca Juga: PMA 16/2026 Terbit, Struktur Ditjen Pesantren Resmi Terbentuk

"Kebakaran musiman dan kabut asap regional di Indonesia sudah meningkat, konsisten dengan tahun-tahun El Nino sebelumnya, dan kami akan memantau situasi dengan sangat ketat untuk memahami bagaimana kebakaran dan dampaknya terhadap kualitas udara berubah," ujar Mark Parrington.

Pemanfaatan Teknologi Satelit GFAS

Untuk melacak sebaran api, CAMS mengandalkan data Global Fire Assimilation System (GFAS) yang memanfaatkan pengamatan satelit terhadap Fire Radiative Power (FRP) guna mengukur energi dari kebakaran aktif.

Sistem ini menghasilkan estimasi emisi pembakaran biomassa secara hampir real-time serta memprakirakan sebaran polutan atmosfer hingga lima hari ke depan. Seluruh data pemantauan tersebut kini dapat diakses secara bebas melalui Atmosphere Data Store.

Tags: camsEl NinokalimantankarhutlaKebakaran hutan

Berita Terkait

Kondisi penanganan kebakaran hutan dan lahan yang meluas di kawasan Gunung Bromo
Nasional

Karhutla Bromo Capai 720 Ha, DPR Minta Evaluasi Total SOP

by Rizky Pratama
Agustus 10, 2026
Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia tempat bertugasnya Ditjen Pesantren
Nasional

PMA 16/2026 Terbit, Struktur Ditjen Pesantren Resmi Terbentuk

by Ahmad Fauzi
Agustus 10, 2026
Misi evakuasi warga oleh prajurit Koops TNI Habema menggunakan helikopter Bell di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Nasional

TNI Dikerahkan Gunakan 2 Helikopter Evakuasi Warga dari Ugimba Intan Jaya

by Kris Dwi Antara
Agustus 10, 2026
Petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi pekerja proyek yang tertimpa beton turap drainase di Jakarta Timur.
Nasional

Dua Pekerja Proyek Saluran Air di Jaktim Selamat Usai Tertimpa Beton Turap

by Ahmad Fauzi
Agustus 10, 2026
Tangkapan layar rekaman CCTV aksi premanisme pemalakan di SPBU Ciwidey Kabupaten Bandung
Nasional

Polisi Tangkap Pemalak SPBU Ciwidey di Karawang Usai Aksinya Viral

by Ahmad Fauzi
Agustus 10, 2026
Leave Comment
  • 4 Khasiat Wirid Sirrullah, Dzatullah, Sifatullah, Wujudullah yang Bisa Kita Ketahui Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angka Keberuntungan Menurut Primbon Jawa Berdasarkan Hari Kelahiran, Cek DISINI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Biskuit 3D Teka-Teki MPLS atau MOS, Jika penasaran langsung aja deh cek disini..

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren