Pemerintahan Amerika Serikat secara resmi menyatakan dukungannya terhadap OpenAI dalam rangkaian sengketa hak cipta yang melibatkan sejumlah organisasi berita. Pemerintah berargumen bahwa pemanfaatan konten penerbit untuk melatih model kecerdasan buatan dikategorikan sebagai penggunaan yang wajar atau fair use.
Gugatan Hukum dan Sikap Pemerintah
Pernyataan kepentingan dari Amerika Serikat tersebut diajukan pada hari Selasa di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York. Berkas hukum itu mencakup sejumlah kasus, termasuk gugatan yang diajukan oleh The New York Times serta Ziff Davis yang merupakan induk perusahaan CNET.
Dalam dokumen pengadilan tersebut, pemerintah federal memperingatkan bahwa putusan yang memenangkan pihak penerbit dapat menghambat inovasi kecerdasan buatan. Kebijakan semacam itu juga dinilai mampu membatasi persaingan antarperusahaan teknologi serta merugikan daya saing negara di kancah global melawan pengembang asing.
Ancaman Keamanan Nasional
Pemerintah menegaskan bahwa aturan hukum yang mempersulit pengembangan industri kecerdasan buatan yang tangguh di Amerika Serikat merupakan ancaman nyata bagi keamanan nasional. Kondisi tersebut dikhawatirkan memberi keuntungan kompetitif bagi pihak asing yang tidak terbebani aturan serupa.
Baca Juga: New York Times Rilis Permainan Spin-Off Wordle Terbaru
âAturan hukum yang membuat industri kecerdasan buatan jauh lebih sulit berkembang di Amerika Serikat mengancam keamanan nasional dan memberikan keunggulan kompetitif bagi musuh asing yang tidak terbebani hal tersebut,â demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah dalam berkas perkara.
Selain itu, pemerintah memandang kemampuan model bahasa besar atau LLM dalam membantu pihak lain bersaing melawan korporasi media besar sebagai sebuah perkembangan positif. Pihak pemerintah mencontohkan penulis independen yang memanfaatkan model kecerdasan buatan untuk menghasilkan gambar tanpa harus menyewa fotografer atau membeli lisensi.
Tanggapan Keras dari Media
Di sisi lain, juru bicara The New York Times, Graham James, memberikan kecaman keras atas langkah yang diambil oleh pemerintahan tersebut. Ia menilai pemerintah justru berpihak kepada segelintir perusahaan kecerdasan buatan bernilai triliunan dolar alih-alih melindungi para kreator Amerika.
âPemerintah berpihak pada segelintir perusahaan kecerdasan buatan bernilai triliunan dolar alih-alih kreator Amerika, dan tindakan tersebut merusak para kreator serta pengembang kecerdasan buatan,â ujar James melalui pernyataan resminya kepada CNET.
Baca Juga: Update Baru Mario Kart 8 Deluxe Hadirkan Mode 8 Pemain
James menambahkan bahwa kedua belah pihak, baik industri kecerdasan buatan maupun kreator, sebenarnya bisa tumbuh bersama asalkan perusahaan teknologi mau membayar secara adil untuk konten yang mendasari produk mereka sebagaimana diwajibkan oleh hukum hak cipta. Menurutnya, proposal untuk membiarkan perusahaan mengambil konten tanpa izin atau kompensasi justru mengancam keberlanjutan konten buatan manusia.
Latar Belakang Sengketa Industri
The New York Times sendiri telah meluncurkan gugatan hukum sejak akhir 2023, tepat setahun setelah kemunculan ChatGPT. Dalam pengaduan awalnya, organisasi berita tersebut menyatakan bahwa model bahasa besar dibangun dengan menggunakan jutaan artikel mereka sebagai materi pelatihan tanpa izin.
Sementara itu, Ziff Davis menyusul melayangkan gugatan pada tahun 2025 atas tuduhan pelanggaran hak cipta dalam proses pelatihan dan pengoperasian sistem kecerdasan buatan OpenAI. Tidak hanya perusahaan media arus utama, para penulis ternama seperti George R.R. Martin juga sebelumnya telah melayangkan tuduhan serupa terkait pemanfaatan karya mereka.
Di tengah berbagai sengketa hukum yang berlangsung, kompetitor OpenAI yakni Anthropic yang mengembangkan sistem Claude sempat menyelesaikan klaim pembajakan dengan para penulis senilai 1,5 miliar dolar. Meskipun demikian, hakim memutuskan bahwa penggunaan materi berhak cipta oleh perusahaan tersebut tetap masuk dalam kategori penggunaan wajar.
Baca Juga: Sony Gelar Siaran Ganda State of Play, Ungkap Final Fantasy 7 Revelation






