Perangkat lunak penyunting audio gratis dan sumber terbuka Audacity resmi meluncurkan pembaruan versi 4.0 yang membawa perombakan visual menyeluruh serta berbagai fitur baru. Versi terbaru ini menjadi pembaruan terbesar sejak versi 3.0 dirilis lebih dari lima tahun lalu, sekaligus menandai perubahan radikal pada perangkat lunak tersebut.
Pengembang Muse Group menghadirkan pembaruan ini dengan tetap berupaya menjaga kesinambungan bagi pengguna lama yang tidak ingin mempelajari ulang program. Perubahan paling mencolok yang langsung terlihat adalah kehadiran mode gelap atau dark mode yang sudah lama dinantikan.
Antarmuka perangkat lunak ini tampil lebih dinamis dengan klip audio berwarna serta warna aksen yang lebih cerah pada elemen antarmuka pengguna seperti pengatur penguatan atau gain sliders. Kendati demikian, tampilan klasik Audacity tetap dipertahankan dan dapat diaktifkan saat penyiapan awal jika pengguna menginginkannya.
Perluasan Alur Kerja dan Penyuntingan Non-Destruktif
Pembaruan versi 4.0 juga membawa alur kerja penyuntingan baru melalui perluasan fitur penyuntingan non-destruktif yang sebelumnya mulai diperkenalkan pada versi 3.2. Pengguna kini dapat menumpuk klip audio, di mana tindakan memotong secara berlebihan akan menampilkan kembali bagian audio yang tertutup.
Baca Juga: Bocoran Harga iPhone Ultra Muncul di Australia, Termahal Tembus Rp59 Juta
Selain itu, beberapa klip dapat dipilih dan dipangkas secara bersamaan dengan menarik satu pegangan tunggal, serta dikelompokkan guna memudahkan proses penyuntingan yang kompleks. Perangkat amplop baru dalam Audacity 4 juga dirancang mirip dengan fitur otomatisasi di dalam Ableton Live atau ProTools.
Pengguna dapat mengeklik untuk membuat titik kontrol yang dapat digeser guna mengatur parameter seperti penguatan suara. Bentuk gelombang audio akan menampilkan perubahan secara langsung di layar sehingga pengguna dapat memantau tingkat kejenuhan suara pada bagian tertentu dari sebuah klip.
Fitur Pemotongan Presisi dan Dukungan Plugin
Perangkat lunak ini turut menyediakan alat pemisah baru untuk memotong klip dalam satu kali klik, yang memiliki kemiripan dengan kemampuan pada perangkat kreatif seperti Adobe Premiere hingga Logic Pro. Pengguna kini mampu melakukan penyuntingan hingga tingkat sampel dengan memperbesar tampilan klip untuk penyesuaian mikro yang presisi.
Setiap jalur audio juga dilengkapi dengan pengukur tersendiri untuk membantu mengidentifikasi jalur mana yang menyebabkan klip melampaui batas campuran suara. Salah satu perubahan yang dinilai kontroversial dalam pembaruan ini adalah penghapusan fitur sync-lock yang sebelumnya berfungsi menyelaraskan penyuntingan banyak klip secara bersamaan.
Baca Juga: OpenAI Resmi Rilis GPT-6 Astra, AI Canggih yang Sempat Ditahan
Sebagai penggantinya, pengembang telah menambahkan pintasan papan tik baru untuk mereplikasi fungsi tersebut. Sebagian besar perubahan penyuntingan ini dirancang menyerupai Digital Audio Workstations penuh seperti Ableton Live 12 atau ProTools, yang umumnya memerlukan biaya ratusan dolar.
Pembaruan ini juga menyertakan dukungan plugin yang lebih tangguh bagi para penggunanya. Informasi mendalam mengenai keseluruhan perubahan tersebut dapat diakses melalui laman resmi Audacity 4 maupun video YouTube yang menyertainya.






