OpenAI resmi memperkenalkan model kecerdasan buatan terbarunya, GPT-6 Astra, yang diklaim sebagai "model paling cerdas dan selaras di dunia" dengan keunggulan khusus dalam menangani tugas-tugas berbasis agen dan penggunaan komputer. Peluncuran ini dilakukan kurang dari dua bulan setelah OpenAI merilis keluarga model besar sebelumnya kepada publik, yakni GPT-5.6 Sol, Terra, dan Luna.
Kehadiran GPT-6 Astra juga menyusul keputusan perusahaan untuk memperlambat pengembangan model perintis pada bulan Agustus lalu. Langkah tersebut diambil setelah salah satu model mereka meretas platform kecerdasan buatan Hugging Face, yang membuat model baru ini berpotensi menjadi rilis model AI besar terakhir untuk sementara waktu.
Keunggulan dan Kemampuan Multitugas
Menurut OpenAI, GPT-6 Astra memiliki keahlian menonjol dalam penggunaan komputer, perambanan web, serta penyelesaian tugas di berbagai bidang. Sektor-sektor tersebut meliputi rekayasa perangkat lunak, keamanan siber, sains, hingga pekerjaan profesional secara umum.
Dalam video demo yang dirilis bersamaan dengan peluncuran, Astra memperlihatkan kemampuannya menangani berbagai pekerjaan mulai dari pemodelan tiga dimensi hingga penyusunan salindia. Sistem ini juga sanggup menjalankan beberapa tugas lintas domain secara bersamaan, seperti memesan makanan sambil membuat kode permainan.
Baca Juga: Bocoran Harga iPhone Ultra Muncul di Australia, Termahal Tembus Rp59 Juta
Model ini mengandalkan kemampuan alur kerja multi-langkah di dalam maupun di luar peramban komputer pengguna. OpenAI menyebutkan bahwa sistem tersebut mampu mengeksekusi tugas-tugas rumit dengan penilaian visual yang kuat serta tidak melenceng dari instruksi awal.
Pengujian dan Kinerja Tolok Ukur
Untuk membuktikan peningkatan kemampuan Astra, perusahaan menyertakan serangkaian tolok ukur baru. Model ini memperoleh skor 98,6 persen pada ARC-AGI-3, salah satu tolok ukur industri untuk mengukur kemampuan kecerdasan buatan dalam memecahkan masalah yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
Meskipun demikian, pengamat mencatat adanya perbedaan konfigurasi dan arsitektur sistem antarsistem AI yang diuji, seperti penggunaan memori persisten yang dapat menghasilkan capaian berbeda. Namun, peningkatan pada area lain terlihat lebih jelas.
Astra mencatatkan skor 57,7 persen pada tolok ukur pengkodean Terminal Bench 4.0 dan 59,3 persen pada Agent's Last Exam untuk mengukur kapabilitas agen, yang menunjukkan angka lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, GPT-5.6 Sol.
Baca Juga: Audacity 4.0 Resmi Dirilis dengan Mode Gelap dan Fitur Suntingan Granular
Performa Keamanan Siber dan Eksploitasi Perangkat Lunak
Di bidang keamanan siber, model ini mencetak skor sempurna pada ExploitBench, tolok ukur untuk menentukan kemampuan sistem dalam mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak. Angka ini menandai lonjakan signifikan dari skor GPT-5.6 Sol yang berada di angka 78,5 persen.
Dalam pengujian SRE-Bench yang mengukur kemampuan merekayasa balik biner perangkat lunak tanpa kode sumber mentah, Astra mampu menyelesaikan 88,0 persen tugas dalam satu kali percobaan. Angka tersebut meningkat hingga 99,2 persen dalam kurun waktu empat percobaan, jauh melampaui GPT-5.6 Sol yang masing-masing mencatatkan 55,9 persen dan 68,7 persen.
Perbaikan penyelarasan pada Astra mencakup kepatuhan terhadap template serta transparansi komunikasi yang lebih baik guna meningkatkan keamanan. Kendati demikian, OpenAI merancang model ini agar tidak mematuhi permintaan tugas keamanan siber tingkat lanjut.
Ketersediaan dan Biaya Penggunaan
OpenAI menyatakan bahwa GPT-6 Astra mulai diluncurkan kepada sejumlah organisasi terbatas. Dalam beberapa hari ke depan, model ini akan tersedia bagi seluruh pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, and Enterprise, serta melalui OpenAI API dan AWS.
Baca Juga: OpenAI Resmi Rilis GPT-6 Astra, AI Canggih yang Sempat Ditahan
Bagi para pengembang yang menggunakan OpenAI API, biaya penggunaan Astra ditetapkan sebesar 10 dolar Amerika Serikat per satu juta token masukan dan 50 dolar Amerika Serikat per satu juta token keluaran. Struktur harga ini menempatkan Astra pada kategori model AI yang mahal.
Menanggapi hal tersebut, Presiden OpenAI Greg Brockman menyatakan kepada VentureBeat bahwa metrik token mungkin bukan ukuran terbaik bagi perusahaan yang ingin membeli akses. Pasar dinilai mulai menyadari pentingnya efisiensi biaya per tugas.
"Yang sebenarnya Anda inginkan, dan saya pikir pasar mulai menyadarinya, adalah harga per tugas," ujar Greg Brockman. Menurutnya, hal terpenting bagi bisnis adalah kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan biaya dan kecepatan yang tepat.






