Menjelang peluncuran resminya, rincian harga perangkat yang diduga sebagai iPhone Ultra sempat muncul di situs Vodafone Australia sebelum akhirnya informasi tersebut dihapus. Ponsel yang diyakini sebagai perangkat lipat pertama buatan Apple itu hadir dengan estimasi nilai yang menarik perhatian publik global.
Berdasarkan data yang sempat tercantum, terdapat tiga varian kapasitas penyimpanan yang ditawarkan untuk lini tersebut. Perangkat ini mencakup opsi memori mulai dari 256 gigabita hingga varian tertinggi berkapasitas 1 terabita.
Rincian bocoran harga di pasaran Australia menunjukkan bahwa model iPhone Ultra 256 gigabita dibanderol senilai AUD 3.699. Jika dikonversikan menggunakan estimasi kurs mata uang AUD 1 senilai Rp12.600, angka tersebut setara dengan kisaran Rp46,9 juta.
Sementara itu, versi menengah dengan kapasitas 512 gigabita dipatok pada angka AUD 4.199 atau kurang lebih Rp53,3 juta. Adapun varian tertinggi dengan penyimpanan 1 terabita tercatat seharga AUD 4.699 yang mendekati nominal Rp59,6 juta.
Baca Juga: Audacity 4.0 Resmi Dirilis dengan Mode Gelap dan Fitur Suntingan Granular
Kendati demikian, angka-angka tersebut merupakan estimasi nilai di wilayah Australia dan bukan merupakan kepastian harga untuk pasar Indonesia. Besaran harga jual akhir diprediksi masih akan menyesuaikan kebijakan pajak serta strategi pemasaran regional masing-masing negara.
Faktor Lonjakan Biaya Komponen
Apabila kisaran harga itu terbukti akurat, perangkat ini diproyeksikan menempati posisi sebagai ponsel termahal yang pernah dirilis oleh perusahaan asal Cupertino tersebut. Lonjakan nilai jual ini dinilai wajar mengingat statusnya sebagai lini ponsel layar lipat perdana.
Sebelumnya, pengamat dari AppleInsider sempat memperkirakan bahwa model dengan kapasitas penyimpanan terbesar berpotensi menyentuh angka USD 3.000. Di sisi lain, lembaga riset TrendForce memprediksi kisaran harga awal untuk model perangkat lipat Apple berada di rentang USD 2.099 hingga USD 2.299.
Kenaikan harga ini berkaitan erat dengan membengkaknya biaya komponen internal, khususnya sektor memori. Laporan TrendForce mencatat bahwa pengeluaran biaya memori yang ditanggung Apple untuk lini iPhone 18 Pro mengalami lonjakan hingga hampir 400 persen dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: OpenAI Resmi Rilis GPT-6 Astra, AI Canggih yang Sempat Ditahan
Faktor penunjang kenaikan biaya tersebut juga datang dari penggunaan material premium pada iPhone Ultra. Perangkat ini dikabarkan mengusung teknologi layar lipat serta struktur mekanisme engsel yang jauh lebih rumit dan kompleks.
Jadwal Pengumuman Resmi
Sejumlah laporan industri teknologi turut mengindikasikan bahwa gawai ini akan mengadopsi rancangan fisik menyerupai buku. Kehadiran produk tersebut sekaligus menandai langkah masuk Apple ke ranah persaingan pasar ponsel lipat yang selama ini diramaikan oleh Samsung serta sejumlah vendor Android lainnya.
Kepastian terkait spesifikasi maupun banderol harga yang valid baru akan terjawab secara resmi pada pekan depan. Apple telah mengagendakan penyelenggaraan sebuah acara khusus yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September mendatang.
Ajang peluncuran tersebut diprediksi bakal menghadirkan lini perangkat terbaru sebagai sorotan utama. Selain gawai lipat perdana, perusahaan dijadwalkan memperkenalkan jajaran produk lain termasuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dalam acara bertajuk "Surprise and Shine" tersebut.
Baca Juga: Xiaomi Debut di IFA 2026 Berlin Bawa 380 Produk hingga Mobil Listrik






