Duo sutradara Jack Auen dan Kevin Walker menampilkan debut fitur layar lebar melalui film independen berjudul "Chronovisor", yang mengangkat kisah perangkat kontroversial ciptaan pastor Katolik Italia Pellegrino Ernetti pada tahun 1972. Ernetti sebelumnya mengklaim menggunakan alat tersebut untuk menangkap sinyal masa lalu guna memperoleh foto Yesus saat disalib di kayu salib. Proses riset mengenai alat tersebut menghabiskan waktu hampir setahun bagi kedua sutradara sebelum diangkat ke layar lebar.
Perilisan film berdurasi 90 menit ini dijadwalkan oleh Grasshopper Film di sejumlah bioskop terpilih pada Jumat, 4 September. Sepanjang penayangannya, narasi film ini berfokus pada karakter utama bernama Béatrice, seorang akademisi di Zuckerman Institute of brain research Universitas Columbia yang mendalami teori historis ingatan. Karakter tersebut diperankan oleh Anne-Laure Sellier, seorang profesor ilmu perilaku di HEC Paris yang tampil sebagai pemeran utama dalam film yang hampir sepenuhnya bertumpu pada satu tokoh ini.
Penelusuran Arsip dan Atmosfer Sinematik
Penelitian Béatrice membawanya menjelajahi perpustakaan dan universitas di New York City, dengan visual yang direkam menggunakan film 16mm oleh sinematografer Leo Zhang guna membangun kesan kelam yang khas. Sebagian besar materi arsip yang ditemukan Béatrice dalam film ini, termasuk buku, majalah, rekaman audio, hingga pita VHS, merupakan arsip asli yang mengaburkan batas antara fiksi dan dokumenter. Latar tempat tersebut diselimuti cahaya kuning hangat bernuansa analog yang seolah berasal dari era Ernetti, diiringi skor musik klasik dari gubahan mendiang komponis Inggris, Gustav Holst.
Dalam kesehariannya di dalam film, sebagian besar interaksi Béatrice dengan orang lain hanya terbatas pada suara di sambungan telepon atau sosok yang tidak terlihat saat ia memburu petunjuk baru. Fokus cerita sepenuhnya mengikuti obsesi akademis tersebut tanpa banyak mengungkap latar belakang kehidupan pribadinya di luar aktivitas penelitian. Seiring berjalannya durasi, alur cerita misteri ini tidak secara gamblang menunjukkan arah akhir dari penyelidikan yang dilakukan sang tokoh utama.
Baca Juga: Film Terbaru Garapan Danny Boyle Berjudul ‘Ink’ Resmi Tayang
Misteri dan Perilisan di Bioskop
Penyelidikan yang dilakukan Béatrice memunculkan pertanyaan berkelanjutan mengenai apakah investigasinya akan berujung pada fakta konkret atau sekadar legenda urban tanpa kesimpulan pasti. Film ini tidak menyajikan jawaban mutlak ketika mencapai akhir cerita, melainkan memunculkan pertanyaan baru mengenai dampak terlalu lama meneliti masa lalu. Pendekatan tersebut membuat penonton turut merasakan pengalaman meneliti setiap bingkai gambar demi menguak rahasia di dalamnya, serupa dengan apa yang dialami oleh karakter utama.






