Festival Film Venesia secara resmi mengembalikan agenda konferensi pers juri tahun ini setelah sempat mengambil langkah luar biasa untuk meniadakan acara pembukaan tradisional tersebut. Perubahan sikap ini diumumkan pihak festival pada hari Minggu sebagai respons atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
Sehari sebelum pengumuman pemulihan tersebut, ajang festival film kelas dunia yang dijadwalkan mulai bergulir pada hari Rabu sempat menyatakan bahwa konferensi pers ditiadakan. Keputusan awal itu diklaim terjadi akibat adanya bentrokan jadwal.
"Konferensi pembukaan tidak dapat dilenggarakan karena adanya komitmen yang berbarengan," ujar seorang pejabat senior tim media festival dalam keterangan tertulisnya pada hari Sabtu. Pembatalan tersebut sempat dikonfirmasi oleh seorang petinggi festival yang menyebutkan bahwa sebuah koktail penyambutan yang lebih santai bersama sejumlah awak media akan diadakan sebagai pengganti.
Ketidakhadiran agenda konferensi pers juri pertama kali disadari setelah acara tersebut tidak tercantum dalam jadwal resmi festival. Setelah mendapat pertanyaan berulang terkait penghapusan itu, pihak festival akhirnya memberikan konfirmasi lanjutan menjelang akhir pekan.
Baca Juga: Box Office Musim Panas AS Menuju Rekor All-Time $4,8 Miliar
Konteks Politik dan Susunan Juri Internasional
Dewan juri internasional Festival Film Venesia tahun ini dipimpin oleh Maggie Gyllenhaal. Jajaran anggota juri terdiri atas sutradara dan penulis skenario asal Tunisia Kaouther Ben Hania, komponis serta seniman Inggris Daniel Blumberg, profesor asal Italia Francesco Casetti, serta sutradara dan penulis skenario asal Prancis Xavier Giannoli.
Susunan juri juga melibatkan sutradara dan penulis skenario asal Afghanistan Shahrbanoo Sadat, serta sutradara dan produser asal Hong Kong Johnnie To. Festival film ini sendiri dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2 hingga 12 September 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, sesi konferensi pers juri sering kali menjadi arena yang sensitif bagi para tokoh yang berada di atas panggung. Para jurnalis kerap melontarkan pertanyaan mendalam mengenai pandangan mereka terhadap isu-isu politik global, terutama yang berkaitan dengan perang Israel-Gaza.
Sorotan Isu Global pada Festival Film
Pada konferensi pers juri Festival Film Venesia tahun sebelumnya, ketua juri Alexander Payne mengakui bahwa dirinya merasa tidak siap untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar Gaza ketika isu-isu politik mendominasi jalannya acara. Situasi serupa juga terjadi pada ajang Festival Film Berlin tahun ini yang diwarnai ketegangan tinggi akibat pertanyaan mengenai konflik Israel-Palestina.
Baca Juga: Randy Quaid Kritik Pemilihan Anne Hathaway dalam Sekuel Days of Thunder 2
Selain isu tersebut, sejumlah topik pelik lainnya yang berpotensi mengemuka dalam penyelenggaraan di Venesia meliputi minimnya jumlah sutradara perempuan dalam kompetisi utama. Topik mengenai konflik Iran-Amerika Serikat serta perang Rusia-Ukraina juga menjadi sorotan yang mungkin dibahas.
Atmosfer politik dalam festival ini kian terasa dengan masuknya dokumenter bertema Israel-Gaza berjudul NAZA serta keikutsertaan film Rusia berjudul DAU. Pihak festival sendiri telah dengan tegas membantah bahwa motif di balik pengaturan jadwal tersebut didorong oleh kekhawatiran terhadap muatan politis.
Menjelang pelaksanaan acara, desakan dari berbagai kalangan publik turut mencuat. Pekan lalu, pemenang Nobel sastra Annie Ernaux, salah satu pendiri Pink Floyd Roger Waters, serta sejumlah sineas termasuk Matteo Garrone dan Isabel Coixet menandatangani surat terbuka yang mendesak pihak penyelenggara untuk mengambil "tindakan nyata untuk mendukung Palestina."






