BERITA TREN – Apakah boleh menyusui saat puasa Ramadhan? Mungkin pertanyaan ini kerap kali timbul pada wanita yang melahirkan, baru melahirkan, wanita hamil atau anaknya yang masih menyusu badan.
Menyusui merupakan kewajiban bagi ibu yang memiliki bayi dan merupakan bagian penting dalam perawatan dan pembentukan anak.
Namun begitu, bagi ibu yang menyusui saat puasa Ramadhan, dapat menjadi tantangan tersendiri. Misalnya saja dehidrasi dan kekurangan energi.
Baca Juga: Memahami Tafsir Al Misbah Al Baqarah Ayat 184: Menggali Kedalaman Makna Puasa
Puasa Ramadhan sendiri adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Selain menahan nafsu, umat Islam juga diharuskan untuk menahan diri dari makan dan minum dari mulai terbit fajar hingga matahari tenggelam.
Rentang puasa tanpa asupan makanan inilah yang sering menimbulkan kekhawatir pada ibu-ibu yang anaknya masih menyusui.
Menurut penelitian yang diterbitkan oleh European Journal of Clinical Nutrition, menyatakan bahwa produksi ASI pada saat seorang berpuasa cenderung menurun daripada yang tidak.
Penurunan produksi ASI ini bisa saja dibarengi dengan penurunan nutrisi yang ada di dalamnya.
Hal inilah yang menjadi kekhawatir para ibu di dunia yang harus menjalankan puasa.
Jika harus berpuasa, bagaimana ASI yang akan dikonsumi oleh si buah hati? Jika tidak berpuasa selama bulan Ramadhan, bolehkah?
Dalil dan Hukum Mengenai Menyusui Saat Puasa Ramadhan
Dalam Islam, kesehatan ibu dan bayi memiliki prioritas yang tinggi.
Oleh karena itu, hukum puasa bagi ibu yang menyusui adalah bermacam-macam berdasarkan kondisi kesehatan mereka dan bayi yang disusui.
Salah satu dalil yang mendasari pembebasan ibu menyusui dari puasa adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari Sahabat Anas bin Malik, bahwa seorang wanita datang kepada Nabi Muhammad ï·º dan berkata, “Sesungguhnya ibu saya sedang berpuasa dan dia merasa sangat haus (karena menyusui), apakah dia diizinkan untuk berbuka?” Rasulullah ï·º menjawab, “Kamu memiliki tanggung jawab terhadap ibumu, maka berbukalah dan berpuasalah lain waktu.”
Baca Juga: Manfaat Menunaikan Sholat Tarawih Selama Ramadhan Diungkap Ustadz Adi Hidayat, Simak Baik-Baik!
Dari hadis ini, dapat disimpulkan bahwa bagi ibu yang sedang menyusui dan khawatir akan kesehatannya atau kesehatan bayinya, diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Ini menunjukkan bahwa Islam memberikan pengecualian dalam hal ini untuk memastikan bahwa kesehatan ibu dan bayi tidak terganggu.
Berikut beberapa hukum bagi ibu menyusui saat puasa Ramadhan:
1. Wajib Tidak Berpuasa jika Berdampak pada Kesehatan
Jika seorang ibu yang menyusui khawatir bahwa berpuasa akan berdampak buruk pada kesehatannya atau kesehatan bayinya, dia diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Ini termasuk risiko dehidrasi karena kurangnya cairan yang dikonsumsi saat berpuasa.
2. Kewajiban Mengganti Puasa
Meskipun dibebaskan dari puasa, ibu yang menyusui tetap berkewajiban untuk mengganti puasa yang ditinggalkan tersebut pada waktu yang lain jika kondisinya memungkinkan.
Baca Juga: Tips Diet Sehat Saat Sedang Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 2024, Ada 8 Tips yang Bisa Kamu Coba!
Ini merupakan bagian dari ketaatan terhadap agama Islam.
3. Memberi Makan Fidyah
Jika seorang ibu yang menyusui tidak mampu untuk mengganti puasanya pada waktu yang lain, ia dapat memberi makan sejumlah orang miskin sebagai gantinya.
Ini disebut sebagai fidyah dan merupakan alternatif jika ibu tersebut tidak mampu untuk mengganti puasanya.
Tantangan Menyusui Saat Puasa
Meskipun puasa Ramadan merupakan kewajiban agama bagi umat Muslim, ibu yang sedang menyusui dihadapkan pada beberapa tantangan yang perlu diatasi agar dapat menjaga kesehatan dan kesejahteraan dirinya serta bayinya.
Berikut ini adalah beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh ibu yang menyusui saat menjalani puasa Ramadan:
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 2024 Banyuwangi Satu Bulan Penuh di Ramadhan, Ada Link Downloadnya
1. Dehidrasi
Salah satu tantangan terbesar adalah risiko dehidrasi yang dapat memengaruhi produksi ASI.
Ketika berpuasa, ibu menyusui mengalami penurunan asupan cairan karena tidak bisa minum selama periode puasa, yang dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas ASI.
2. Kekurangan Energi
Puasa juga dapat menyebabkan penurunan energi karena kurangnya asupan makanan dan minuman.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan di Bulan Ramadhan, Bikin Ibadah Lancar dan Puasa jadi Nyaman
Kekurangan energi ini dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan ibu menyusui serta memengaruhi produksi ASI.
3. Nutrisi yang Tidak Seimbang
Terkadang, saat berbuka puasa atau sahur, ibu menyusui mungkin cenderung mengonsumsi makanan yang kurang bergizi karena kelelahan atau karena makanan yang tersedia.
Hal ini dapat berdampak negatif pada kualitas dan kuantitas ASI serta kesehatan ibu dan bayi.
4. Kualitas dan Kuantitas ASI
Baca Juga: Hukum Muntah Saat Puasa Ramadhan: Apakah Membatalkan dan Perlu Mengganti Puasa Dilain Waktu?
Kondisi tubuh yang lemah dan kurangnya asupan cairan serta nutrisi yang cukup dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI yang diproduksi oleh ibu menyusui.
Hal ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan bayi.
5. Kesehatan dan Kesejahteraan Bayi
Selain memperhatikan kesehatan dirinya sendiri, ibu menyusui juga perlu mempertimbangkan kesehatan dan kesejahteraan bayinya.
Baca Juga: Bacaan, Arti, dan Makna yang Terkandung dalam Doa Setelah Sahur Puasa Ramadhan, Muslim Wajib Tahu!
Jika ibu mengalami masalah kesehatan atau kekurangan cairan yang signifikan, ini dapat berdampak negatif pada bayi dan menyebabkan masalah seperti dehidrasi atau kurangnya asupan nutrisi.
Tips Ibu Menyusui Saat Puasa Ramadhan
Dengan perencanaan yang tepat dan langkah-langkah yang sesuai, ibu menyusui dapat menjalani puasa dengan nyaman dan aman.
Baca Juga: Apakah Boleh Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh? Ustadz Abdul Somad Jawab Begini
Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu ibu menyusui saat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
1. Mengatur Waktu Makan dengan Bijak
Manfaatkan waktu berbuka dan sahur untuk mengonsumsi makanan dan minuman bergizi yang dapat memberikan energi dan menjaga hidrasi.
2. Perbanyak Konsumsi Makanan dan Minuman yang Mengandung Air
Konsumsilah buah-buahan dan sayuran yang mengandung air tinggi untuk membantu menjaga hidrasi.
3. Pilih Makanan Bergizi dan Seimbang
Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta vitamin dan mineral penting.
4. Istirahat yang Cukup
Pastikan untuk mendapatkan istirahat yang cukup di antara waktu sahur dan berbuka, serta selama malam untuk memulihkan energi dan menjaga kesehatan.
Baca Juga: Mudah! Download Jadwal Imsakiyah 2024 Pesawaran Lampung Selama Bulan Ramadhan 1445 H
5. Konsultasi dengan Ahli Kesehatan
Jika ibu menyusui memiliki kekhawatiran atau pertanyaan tentang menyusui saat berpuasa Ramadan, konsultasilah dengan ahli kesehatan untuk saran yang tepat.
Menyusui saat puasa Ramadhan memang menjadi tantangan. Namun, Ibu harus tetap memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan dirinya sendiri dan si buah hati terlebih dahulu. Apalagi, ada dalil hukum yang meringankan kondisi yang para ibu miliki jika memang harus tidak melaksanakan puasa. Semoga bermanfaat.***







