Pembangunan infrastruktur kecerdasan artifisial raksasa berkapasitas hingga 1 gigawatt (GW) atau 1.000 megawatt (MW) siap direalisasikan di Indonesia. Fasilitas komputasi yang diklaim akan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut ditargetkan dapat beroperasi penuh dalam jangka waktu tiga tahun.
Pelaksanaan proyek tahap pertama dijadwalkan mulai berlangsung pada paruh pertama 2027 dengan mengambil lokasi di Batang, Jawa Tengah. Pada fase awal ini, fasilitas komputasi akan dipasang dengan kapasitas sekitar 200 MW sebelum ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai batas optimal 1 GW.
Berdasarkan berbagai kajian internasional, nilai investasi untuk membangun infrastruktur komputasi AI secara penuh diperkirakan menyentuh angka sekitar USD 50 juta untuk setiap 1 MW kapasitas. Skala pengembangan hingga 1.000 MW ini menempatkan proyek nasional tersebut sebagai salah satu rencana investasi teknologi terbesar yang pernah diumumkan di kawasan regional.
Infrastruktur skala besar ini diwujudkan lewat peluncuran Zankore by Indosat. Proyek tersebut berjalan atas hasil kolaborasi empat perusahaan teknologi, yakni Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, serta NVIDIA.
Baca Juga: Kapolri Cup 2026 Diikuti 35 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa masuknya investasi ini menegaskan tingginya minat serta kepercayaan pelaku industri global terhadap potensi ekonomi digital nasional. Ia menegaskan, "Pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia. Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi," ujarnya pada Sabtu (8/8/2026).
Ekosistem Komputasi dan LLM 70 Miliar Parameter
AI Factory dirancang khusus sebagai ekosistem terpadu untuk mengolah dan menjalankan pemrosesan kecerdasan artifisial volume besar, berbeda dari pusat data konvensional. Fasilitas terintegrasi ini menggabungkan pusat data berkemampuan komputasi AI, unit pemroses grafis (GPU) performa tinggi, sistem jaringan, penyimpanan data, layanan GPU-as-a-Service, hingga manajemen beban kerja AI.
Selain menyediakan daya komputasi fisik, AI Factory disiapkan menjadi markas pengembangan Sahabat-AI. Model bahasa besar (Large Language Model/LLM) sumber terbuka milik Indonesia ini dibangun dengan daya dukung 70 miliar parameter serta dirancang memahami berbagai bahasa daerah, seperti Jawa, Sunda, Bali, Batak, dan Bahasa Indonesia.
Akses terhadap daya komputasi canggih tersebut nantinya disalurkan melalui mekanisme Token-as-a-Service. Layanan ini ditujukan agar teknologi kecerdasan buatan dapat diakses secara lebih terjangkau oleh pengembang aplikasi, pelaku UMKM, sektor bisnis, hingga kementerian dan lembaga pemerintah.
Baca Juga: Polres Jaksel Selidiki Dugaan Tabrak Lari di Kemang Usai Video Kabur ke Tol Viral
Manufaktur GPU Pertama di Cikarang
Sebagai langkah penunjang ekosistem hulu-ke-hilir, pemerintah mengungkapkan bahwa proyek pembangunan fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia saat ini tengah berjalan di Cikarang. Pabrik pembuat perangkat pemroses grafis tersebut ditargetkan mulai beroperasi aktif pada Desember mendatang.
Rencana strategis pembangunan AI Factory sejatinya telah digagas sejak beberapa tahun belakangan. Meutya menjelaskan bahwa konsep pengembangan infrastruktur ini telah dipaparkan kepada Presiden Prabowo Subianto sejak dua tahun lalu sebelum akhirnya memasuki tahap finalisasi untuk diumumkan kepada publik.
Sinergi antara kesiapan infrastruktur, pasokan energi, besarnya pasar domestik, keberadaan talenta, serta regulasi pemerintah diyakini menjadi modal utama dalam mengokohkan peran Indonesia sebagai AI Hub di tingkat regional.






