Sebuah bola lampu yang terpasang di Kantor Pemadam Kebakaran #6 Livermore, California, genap menginjak usia 125 tahun. Momen tersebut dirayakan oleh para simpatisan yang berkumpul di lokasi untuk menyanyikan lagu ulang tahun.
Lampu yang dikenal sebagai Centennial Light ini diproduksi oleh Shelby Electric Company asal Ohio. Keberhasilannya menyala lebih dari satu juta jam membuatnya tercatat dalam Guinness World Records sebagai bola lampu dengan masa operasional terlama.
Keberadaan lampu ini memicu klaim teori konspirasi selama puluhan tahun. Narasi yang beredar menyebut produsen sebenarnya tahu cara membuat bola lampu tahan lama, tetapi sengaja membatasi masa pakai demi keuntungan penjualan.
Tudingan tersebut mengarah pada Kartel Phoebus, organisasi nyata yang dibentuk oleh perusahaan seperti Philips dan General Electric pada 1925. Kartel ini bertugas menetapkan harga pasar serta menstandarkan masa pakai lampu menjadi 1.000 jam.
Baca Juga: Jadwal Hari Kedua GOTF 2026 Mobile Legends: Laga Penentu Bigetron dan Onic
Meski demikian, para fisikawan menilai narasi konspirasi tersebut salah kaprah. Masalah utama pada teknologi lampu pijar adalah tingkat kecerahan cahaya dan masa pakai yang saling bertolak belakang.
Arus listrik memanaskan filamen untuk menghasilkan cahaya. Semakin panas filamen, cahaya yang dipancarkan makin terang, tetapi suhu tinggi menyebabkan atom filamen menguap lebih cepat hingga akhirnya putus.
Standar 1.000 jam yang ditetapkan Kartel Phoebus dibuat untuk memastikan pembeli mendapat lampu yang cukup terang dan layak dibeli. Langkah ini menjaga agar pengeluaran biaya listrik konsumen tetap masuk akal.
Centennial Light sendiri memiliki label 60 watt, namun dalam praktiknya hanya menyerap daya sekitar 4 watt. Cahayanya bahkan lebih redup dari bola lampu 4 watt standar karena efisiensinya yang sangat rendah dalam mengubah listrik menjadi cahaya.
Baca Juga: Proyek Game Last Sentinel Batal, Tencent PHK 80 Developer
Blogger elektronika Maurycy menyimpulkan bahwa Shelby Electric secara tidak sengaja membuat bola lampu dengan resistansi filamen yang sangat tinggi. Filamen tersebut menyerap arus listrik sangat kecil sehingga menghasilkan panas yang minim.
Panas yang minim membuat tingkat penguapan filamen menjadi sangat kecil. Faktor inilah yang membuat filamen bola lampu tersebut mampu bertahan hingga mencapai usia 125 tahun.
Fenomena ini membuktikan bahwa bola lampu yang beroperasi pada sekitar 7 persen dari kapasitas daya resminya dapat bertahan hampir selamanya. Hal ini tidak membuktikan bahwa bola lampu terang dan tahan lama sengaja ditahan dari pasar.
Teori konspirasi ini juga bertentangan dengan fakta bahwa industri penerangan akhirnya meninggalkan teknologi lampu pijar. Saat ini, masyarakat beralih ke LED modern yang mampu bertahan 25.000 hingga 50.000 jam dengan biaya operasional yang jauh lebih murah.
Baca Juga: WhatsApp Rilis 3 Fitur Grup Baru dan Batas Tag Semua






