Tencent dikabarkan membatalkan proyek pengembangan Last Sentinel, game open-world bertema cyberpunk yang diproyeksikan sebagai pesaing Grand Theft Auto (GTA). Keputusan penghentian proyek ini berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 80 pengembang pada pekan ini.
Pihak pengembang studio, Lightspeed LA, telah mengonfirmasi langkah perampingan tenaga kerja tersebut. Manajemen menyatakan pengurangan staf dilakukan akibat adanya pergeseran arah kreatif dan pengembangan setelah melalui proses evaluasi internal serta pengujian permainan (play-testing).
Proyek Last Sentinel sejatinya telah berjalan selama lebih dari enam tahun dengan dana investasi mencapai lebih dari USD 300 juta. Meskipun pihak Tencent sempat membantah rumor penghentian, sejumlah laporan menyebutkan bahwa pengembangan proyek game skala besar ini pada dasarnya sudah dihentikan secara total.
Penghentian proyek Last Sentinel menyusul berbagai kendala teknis dan penerimaan yang kurang memuaskan selama proses produksi. Sesi pengujian internal yang digelar pada awal tahun 2026 dilaporkan memicu respons yang mayoritas bernada negatif dari para penguji.
Baca Juga: Jadwal Hari Kedua GOTF 2026 Mobile Legends: Laga Penentu Bigetron dan Onic
Proyek ini sebelumnya sempat menarik perhatian publik saat memamerkan video teaser di ajang The Game Awards 2023. Kendati demikian, Lightspeed LA tidak pernah memamerkan cuplikan mekanisme permainan (gameplay) secara terbuka kepada publik selama enam tahun masa pengembangannya.
Sejumlah sumber internal mengungkapkan bahwa masalah dalam proyek ini dipicu oleh gaya kepemimpinan di studio yang menimbulkan polarisasi di antara staf. Selain itu, jumlah tim yang hanya berkisar beberapa ratus orang dinilai terlalu kecil untuk menggarap game raksasa yang mampu menandingi kelas GTA.
Meskipun proyek Last Sentinel dihentikan, studio Lightspeed LA yang berpusat di Los Angeles dipastikan tetap beroperasi. Staf yang bertahan akan dialihkan untuk menggarap proyek game open-world baru yang hingga saat ini belum diumumkan.
Proyek baru tersebut direncanakan berjalan di bawah pimpinan creative director Todd Papy. Pihak pengembang juga berencana memanfaatkan kembali sebagian kode serta elemen permainan dari Last Sentinel untuk proyek baru ini dan judul game Tencent lainnya.
Baca Juga: Bola Lampu 125 Tahun di California Menyala Sejuta Jam, Fisikawan Luruskan Mitos
Lightspeed LA didirikan pada tahun 2020 di bawah naungan LightSpeed Studios dan dipimpin oleh Steve Martin, mantan petinggi Rockstar San Diego. Pembentukan studio ini menjadi salah satu bentuk eksperimen Tencent untuk menembus pasar game skala AAA di kawasan Barat.
Kegagalan proyek Last Sentinel menambah panjang daftar studio milik Tencent di kawasan Amerika Utara yang mengalami kendala operasional. Catatan ini melengkapi penutupan studio TiMi Montreal pada awal tahun 2026 serta pembubaran Team Kaiju pada tahun 2023 lalu.






