Menggunakan satu barcode pertalite untuk dua mobil secara teknis hanya dapat dilakukan jika Anda mendaftarkan kedua kendaraan tersebut di dalam satu akun Subsidi Tepat MyPertamina yang sama. Sistem verifikasi di SPBU tahun 2026 kini semakin ketat, di mana petugas akan mencocokkan nomor polisi yang tertera pada layar pemindai dengan plat nomor fisik kendaraan. Oleh karena itu, Anda tidak bisa menggunakan satu gambar kode QR yang sama untuk dua plat nomor yang berbeda tanpa prosedur pendaftaran yang sah.
Prasyarat Mengelola Dua Mobil dalam Satu Akun Barcode
Sebelum mencoba menyatukan akses barcode untuk dua unit mobil, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen digital berikut untuk menghindari kegagalan sistem:
- Foto KTP pemilik akun yang masih berlaku.
- Foto STNK tampak depan dan belakang untuk kedua mobil.
- Foto Kendaraan tampak samping yang memperlihatkan jumlah roda dan plat nomor secara jelas.
- Alamat Email aktif yang sudah terverifikasi di sistem MyPertamina.
Langkah Menambahkan Kendaraan Kedua dalam Satu Akun
Agar Anda bisa mengakses barcode untuk dua mobil dari satu ponsel, ikuti panduan teknis berikut ini:
1. Masuk ke Dashboard Subsidi Tepat
Buka situs resmi atau aplikasi Subsidi Tepat. Login menggunakan NIK dan kata sandi yang telah Anda buat sebelumnya. Pastikan koneksi internet stabil agar proses pengunggahan data kendaraan kedua tidak mengalami timeout.
Baca Juga: Jadwal Hari Kedua GOTF 2026 Mobile Legends: Laga Penentu Bigetron dan Onic
2. Tambah Data Kendaraan Baru
Cari menu ‘Tambah Kendaraan’ pada halaman utama dashboard. Di sini, Anda akan diminta mengisi data mobil kedua secara mendetail, mulai dari merk, tahun pembuatan, hingga kapasitas mesin (CC). Pastikan tidak ada kesalahan ketik pada nomor polisi agar tidak terjadi kendala saat pengisian di SPBU.
3. Unggah Dokumen Verifikasi
Unggah foto STNK dan foto mobil kedua sesuai instruksi. Setelah data terkirim, Anda harus menunggu proses verifikasi yang memakan waktu 1 hingga 7 hari kerja. Jika Anda salah memasukkan plat nomor, Anda bisa merujuk pada cara praktis mengubah nomor polisi agar data kembali valid.
Risiko Menggunakan Barcode yang Tidak Sesuai Plat Nomor
Banyak pengguna yang mencoba membagikan tangkapan layar (screenshot) satu barcode untuk mobil lain. Pada tahun 2026, tindakan ini sangat berisiko karena:
- Blokir Permanen: Jika sistem mendeteksi ketidaksesuaian data antara QR code dan kendaraan yang mengisi BBM, akun Anda bisa terkena sanksi. Pelajari juga cara ampuh mengatasi barcode solar yang terkena blokir permanen jika Anda mengalami masalah serupa pada kendaraan diesel.
- Penolakan Transaksi: Petugas SPBU berhak menolak pengisian jika nomor polisi di sistem tidak sama dengan mobil yang sedang mengantre.
- Kuota Terkuras: Penggunaan satu akun untuk dua mobil berarti keduanya akan berbagi limit kuota harian yang sama jika berada dalam kategori subsidi yang identik.
Tips Mengelola Barcode Agar Tidak Tertukar
Setelah kedua mobil terverifikasi, Anda akan memiliki dua barcode berbeda dalam satu akun. Sangat disarankan untuk mencetak kedua barcode tersebut dan menempelkannya di masing-masing dashboard mobil. Berikan label keterangan plat nomor pada masing-masing cetakan agar Anda tidak salah menunjukkan kode saat berada di depan pompa pengisian.
Baca Juga: Bola Lampu 125 Tahun di California Menyala Sejuta Jam, Fisikawan Luruskan Mitos
FAQ Pertanyaan Umum Seputar Barcode Pertalite
Apakah boleh satu akun memiliki 3 atau lebih mobil?
Boleh. Sistem memungkinkan satu identitas NIK untuk mendaftarkan beberapa kendaraan selama dokumen kepemilikan (STNK) atas nama yang bersangkutan atau dalam satu kartu keluarga yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bagaimana jika saya ingin menghapus salah satu mobil dari akun?
Anda dapat masuk ke menu profil kendaraan dan memilih opsi hapus atau nonaktifkan. Hal ini biasanya dilakukan jika mobil sudah dijual agar barcode tidak disalahgunakan oleh pemilik baru.
Apakah barcode yang dicetak tetap berlaku selamanya?
Selama data kendaraan tidak berubah dan regulasi pemerintah di tahun 2026 masih menggunakan sistem yang sama, barcode tersebut akan tetap aktif kecuali ada instruksi pembaruan data secara massal.







