Ajang pameran teknologi di Berlin menjadi saksi kehadiran perangkat pembersih gigi terbaru dari Dyson, yakni CameraJet, yang menandai ekspansi perusahaan ke kategori produk perawatan oral. Pengujian langsung perangkat seharga USD 500 atau sekitar ratusan dolar di atas sikat gigi premium merek lain ini dilakukan menggunakan gigi tiruan demi menjaga higienitas di area pameran.
Perangkat ini menggabungkan fungsi sikat gigi dan water flosser dalam satu genggaman yang terasa sedikit lebih besar dibanding sikat gigi konvensional, namun tergolong sangat portabel untuk ukuran pembersih air. Pengguna dapat memilih mode penyikatan, penggunaan benang air (flossing), atau mengaktifkan kedua fitur tersebut secara bersamaan.
Teknologi Gap Optical Targeting dan Kamera Terintegrasi
Daya tarik utama dari CameraJet terletak pada sistem "Gap Optical Targeting" yang memanfaatkan kamera internal untuk memproses 28 gambar per detik. Teknologi ini berfungsi menembakkan semprotan air terarah tepat ke garis gusi dan celah antar-gigi, sehingga konsumsi air jauh lebih hemat dibandingkan water flosser konvensional tanpa meninggalkan masalah tetesan air yang berlebihan di mulut.
Selain itu, semprotan air hanya aktif ketika perangkat mendeteksi adanya celah di antara gigi dan tidak langsung menyemprot saat pertama kali dinyalakan. Dalam sesi uji coba, tangki air yang berukuran relatif kecil terbukti mampu mencukupi setidaknya dua kali putaran pembersihan pada gigi tiruan tanpa perlu diisi ulang.
Baca Juga: Dinamika Kepemimpinan Baru Apple hingga Sengketa Hukum dengan OpenAI Mengemuka
Fitur Siaran Langsung dan Privasi Pengguna
Kamera beresolusi 100 ribu piksel yang ditanamkan pada perangkat mampu mengirimkan siaran langsung (live feed) ke aplikasi pendamping Dyson di dekatnya melalui perangkat iPhone. Tampilan visual yang dihasilkan menyerupai kamera medis dan tetap terlihat sangat jelas meskipun menghadapi gerakan, getaran, serta cipratan air saat proses pembersihan berlangsung.
Terkait kekhawatiran privasi yang kerap muncul akibat keberadaan kamera dan konektivitas aplikasi, pihak Dyson menegaskan bahwa tayangan video tidak diproses di luar aliran data pada ponsel pintar pengguna. Dengan demikian, siaran visual dari kamera tersebut dipastikan tetap bersifat privat bagi masing-masing pemilik perangkat.
Pertimbangan Harga dan Ketersediaan
Meski menawarkan inovasi tingkat tinggi, perangkat ini tetap memunculkan pertanyaan klasik seputar banderol harganya yang jauh lebih tinggi dibanding sikat gigi elektrik premium di pasaran. Faktor ekonomi lain mencakup ketersediaan suku cadang kepala sikat pengganti, pasta gigi khusus non-busa, serta cairan obat kumur, kendati produk pembersih alternatif dari merek lain dilaporkan tetap bisa digunakan untuk cairan penyegar mulut tersebut.
Hingga saat ini, pihak pabrikan belum menyerahkan sampel unit kepada media untuk diuji langsung dalam perjalanan pulang, sementara berbagai pertanyaan lanjutan seperti performa penggunaan pasta gigi konvensional masih menantikan pembuktian lebih lanjut saat produk resmi dipasarkan.
Baca Juga: Microsoft Ungkap Project Zenith, Pengalaman Windows Bersih untuk Pengembang






