Pasar perangkat gawai kini kedatangan tren baru berupa gandar kebugaran atau wearable tanpa layar yang dirancang untuk diabaikan sepanjang hari dan hanya memerlukan perhatian saat baterainya melemah. Perangkat jenis ini bekerja secara senyap mengumpulkan statistik kesehatan siang dan malam tanpa menuntut interaksi konstan, sementara pengguna dapat melihat datanya nanti melalui aplikasi seluler.
Kehadiran perangkat nir-layar ini semakin marak di pasaran seiring meningkatnya kejenuhan masyarakat terhadap teknologi yang terus-menerus menuntut perhatian. Sejumlah merek ternama kini meramaikan kategori tersebut, mulai dari Garmin Cirqa, Google Fitbit Air, Polar Loop, Amazfit Helio Strap, hingga seri Whoop yang menjadi pionir awal kategori ini.
Perkembangan pasar yang masif ini bahkan menarik minat raksasa teknologi lain. Menurut laporan Bloomberg, Apple saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengembangkan versi perangkat dengan konsep serupa.
Pergeseran pasar menuju perangkat minim gangguan ini juga tercermin dari strategi merek-merek lama yang mengubah posisinya. Whoop, yang konsisten memproduksi perangkat tanpa layar sejak peluncuran resminya pada 2015, kini menyasar masyarakat luas dengan biaya langganan tahunan senilai 199 dolar Amerika Serikat.
Baca Juga: Sistem Mesh Wi-Fi Terbaik: Pilihan Perangkat dan Tren 2026
Langkah tersebut jauh berbeda dibandingkan dekade lalu ketika Whoop memasarkan produknya sebagai sistem optimasi performa yang eksklusif bagi atlet dan tim elit. Kini, perangkat tersebut diposisikan sebagai sistem untuk membantu pengguna memperbaiki kualitas tidur, latihan, dan perasaan mereka sejak hari pertama.
Model Bisnis dan Integrasi Fitur AI
Sebagian produsen gawai memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI sebagai fitur tambahan berbayar sekaligus sebagai pemicu tingginya kebutuhan masyarakat terhadap teknologi rendah distorsi. Sebagai contoh, Google menawarkan Fitbit Air dengan aplikasi dasar yang menampilkan statistik dan grafik sederhana.
Kendati demikian, pengguna yang menginginkan penjelasan analitis mendalam dari data kesehatan tersebut harus berlangganan Google Health Premium dengan biaya 10 dolar Amerika Serikat per bulan. Angka dan garis grafik diubah menjadi paragraf naratif yang merujuk pada aktivitas harian pengguna.
Evolusi perangkat kebugaran ini berakar dari kejenuhan konsumen terhadap jam tangan pintar konvensional yang kerap menampilkan notifikasi pesan instan dan surel secara terus-menerus. Jam tangan pintar dinilai gagal memenuhi janji awal untuk menghadirkan aplikasi revolusioner yang mengubah hidup, sementara ekosistem aplikasinya cenderung menyusut seiring waktu.
Baca Juga: Game Baru PS5 1001 Threads of Mizan Curi Perhatian di Gamescom
Dengan menyisihkan layar tampilan dan mempertahankan sensor penting seperti pengukur detak jantung, akselerometer, serta pemancar bluetooth, perangkat wearable generasi baru ini berupaya mengatur ulang seluruh kategori produk kesehatan pribadi.






