BERITA TREN – Pembahasan materi pai kelas 5 semester 1 kurikulum merdeka Bab 1 adalah mengenai keteladanan dalam menyayangi anak yatim.
Dasar mengenai materi pai kelas 5 semester 1 kurikulum merdeka kali ini adalah Al-Qur’an surat Al-MÄ’Å«n ayat 1 – 7 beserta Hadist yang menerangkan sikap terhadap anak yatim.
Untuk itulah penjelasan terkait kandungan Surat Al-MĒūn menjadi pokok bahasan pada materi pai kelas 5 semester 1 kurikulum merdeka pada bab ini.
Sebelum masuk pada pembahasan materi, berikut adalah bacaan dan terjemahan dari Surat Al-MĒūn:
Rangkuman materi pai kelas 5 semester 1 kurikulum merdeka bab 1
Ringkasan materi pai kelas 5 semester 1 kurikulum merdeka ini akan menjelaskan mengenai Surat Al-MĒūn, asbabunnujul-nya dan pesan yang terkandung di dalamnya.
Surat Al-MĒūn termasuk surat Al-Makkiyah karena diturunkan di kota Mekah terdiri dari 7 ayat. Al-MĒūn artinya barang-barang yang berguna.
Asbabun Nuzul Surat Al-MĒūn
Asbabun Nuzul atau sebab diturunkannya surat Al-MĒūn terdapat 2 kejadian, asbabun nuzul ayat 1-3 dan asbabun nuzul ayat 4-7.
Kejadian pertama adalah ketika Abu Sufyan, Abu Jahal , Al-ash Ibn Walid dan lainya menyembelih seekor unta setiap minggu, kemudian dihampiri seorang anak yatim untuk meminta sedikit daging sembelihan.
Baca Juga: Rangkuman Materi PPKN Kelas 8 Bab 1 Kurikulum 13 Lengkap, Memahami Kedudukan dan Fungsi Pancasila
Anak yatim tersebut mendapat hardikan dan diusir oleh mereka dan Allah menurunkan surat Al-MĒūn ayat 1-3 untuk memperingatkan orang-orang mukmin atas peristiwa tersebut.
Pelajaran dari peristiwa diatas adalah harta merupakan titipan dari Allah dan harus dipergunakan dengan cara yang baik, serta untuk membantu orang yang sedang membutuhkan.
Kejadian kedua adalah sebab turunya ayat 4-7 dimana pada saat itu orang-orang munafik melakukan sholat dengan khusuk hanya untuk dilihat dan mendapat pujian saja.
Sementara saat tidak ada yang melihatnya mereka cenderung lalai bahkan meninggalkannya, dan Allah menegur perbuatan mereka melalui ayat tersebut.
Pelajaran yang dapat diambil adalah mengerjakan amal ibadah harus dengan penuh keikhlasan dan jauhi sikap riya atau ingin dipuji oleh orang lain.
Pesan Dalam surat Al-MĒūn
Dalam surat Al-MĒūn terdapat pesan agar menjauhkan diri sifat dan perilaku para pendusta agama dan untuk selalu khusuk dalam sholatnya.
Ciri-ciri orang yang mendustakan agama
Didalam surat Al-MĒūn Allah menunjukan ciri-ciri pendusta agama yaitu menghardik anak yatim, tidak mau memberi makan fakir miskin, orang yang lalai dalam sholatnya dan enggan memberi bantuan (kikir).
Rasulullah SAW Menyayangi Anak Yatim
Sebagai orang muslim kita wajib peduli kepada sesama karena itu merupakan perbuatan terpuji, saling membantu dan menyayangi adalah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Begitupun dengan menyayangi anak yatim, seperti digambarkan dalam hadits ini. Dari Sahl bin Saad ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini, beliau menunjukan jari telunjuk dan jari Tengah dan merenggangkan.” (H.R Bukhari).
Dan kemuliaan bagi orang-orang yang menyayangi anak yatim di rumahnya, seperti dijelaskan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik rumah seorang muslim adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Dan seburuk-buruknya rumah adalah yang di dalamnya ada anak yatim dan diperlakukan dengan jahat.” (H.R Ibnu Majah).
Dari hadist keterangan diatas kita dianjurkan untuk menyayangi anak yatim dengan tulus, memenuhi kebutuhanya, mengasuh dan membimbingnya.
Materi Tambahan:
Materi tambahan ini berguna untuk menambah wawasan bagi siswa terdiri dari arti kata yang ada dalam Surat Al-MĒūn dan hukum tajwid.
Arti Kata:
Hukum Bacaan (Tajwid) Mim Sukun
Hukum bacaan mim sukun ada 3 jenis yaitu ikhfa Syafawi, Idgham Mutamasilain, Idzhar Syafawi.
Baca Juga: Kisi-Kisi Soal PAT PAI Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka dari Rangkuman Materi Bab 6 Sampai 8
Ikhfa Syafawi yaitu ketika “mim” sukun (Ù Û¡) bertemu dengan huruf “ba” (ب), dan dibaca samar di bibir dan 2 harakat seperti mengeluarkan suara dengung dari pangkal hidung.
Idgham Mutamasilain yaitu ketika “mim” sukun (Ù Û¡) bertemu dengan huruf “mim” (Ù ), dan dibaca ghunnah, caranya memasukan mim ke dalam mim dengan 2 harakat.
Idzhar Syafawi yaitu ketika “mim” sukun (Ù Û¡) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah selain “mim” (Ù ) dan “ba” (ب) dan dibaca jelas tidak dipanjangkan.
Melalui materi pai kelas 5 semester 1 kurikulum merdeka kali ini, sikap budi pekerti yang perlu diteladani adalah mencintai anak yatim dan fakir miskin serta menumbuhkan rasa kepedulian kepada orang lain.***







