Follow FansPage
Berita Tren
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Cek Jawaban Dalam Kasus Penipuan Coba Saudara Jelaskan dengan Menggunakan Ajaran Sosiologis Dari Sutherland

by Kris Dwi Antara
Mei 21, 2023
in Pendidikan
0
0
SHARES
148
VIEWS

BERITA TREN – Simak jawaban dari pertanyaan dalam kasus penipuan coba saudara jelaskan dengan menggunakan ajaran sosiologis dari sutherland berikut ini.

Perlu diketahui bahwasanya jawaban pertanyaan dalam kasus penipuan coba saudara jelaskan dengan menggunakan ajaran sosiologis dari sutherland ini cukup dijadikan referensi saja.

Maka dari itu mari kita simak referensi jawaban dari soal dalam kasus penipuan coba saudara jelaskan dengan menggunakan ajaran sosiologis dari sutherland berikut ini.

Baca Juga: Heboh! Tiket Coldplay Ludes dalam Hitungan Menit, Pro Kontra Kian Meluas, Muncul Gagasan Konser Diperpanjang

Pertanyaan:

Dalam kasus penipuan coba saudara jelaskan dengan menggunakan ajaran sosiologis dari sutherland?

Jawaban: 

 

Edwin Sutherland adalah seorang sosiolog asal Amerika Serikat yang dikenal dengan konsep “white collar crime”.

Konsep ini memfokuskan pada kejahatan yang dijalankan oleh para pebisnis, atau orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan tinggi.

Baca Juga: 5 Kandungan Skincare Ini Tidak Boleh Dipakai Bersamaan, Ketahui hal ini agar kulitmu bisa tetap lebih aman..

Salah satu hal yang menarik dari konsep Sutherland adalah justru kejahatan jenis ini sering tidak dikenai hukuman yang setimpal dengan kejahatan biasa.

Jika kita menghubungkan penipuan dengan ajaran Sutherland, maka kita bisa melihat bahwa kejahatan semacam ini sangat erat kaitannya dengan sosial-ekonomi pelakunya.

Biasanya pelaku penipuan adalah orang yang memiliki kedudukan sosial-ekonomi tinggi, dan memiliki kekuasaan serta akses ke sumber daya penting seperti uang, informasi, dan sebagainya.

Dalam hal ini, pelaku penipuan mencoba untuk memanfaatkan akses dan kekuasaannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi, tanpa memikirkan dampak yang mungkin ditimbulkan bagi pihak lain.

Baca Juga: Jangan Main-main! Ini 5 Kesalahan Perawatan Kulit yang Banyak Dilakukan dan Harus dihindari Mulai Sekarang

Keuntungan yang diperoleh dari penipuan ini bisa berupa uang, jabatan, atau bahkan kekuasaan.

Namun, bukan hanya faktor sosial-ekonomi yang menjadi faktor pemicu terjadinya penipuan.

Ada juga faktor-faktor psikologis dan perbuatan yang terjadi ketika seseorang terjerat dalam penipuan.

Seseorang yang terjerat dalam penipuan biasanya telah dipersiapkan secara psikologis oleh pelaku penipuan.

Baca Juga: Tak Perlu Lagi Beli Skincare! Begini Cara Memutihkan Wajah dengan Daun Sirih Secara Alami dan Natural

Pelaku penipuan cenderung memanipulasi pikiran korban untuk mempercayainya.

Hal ini dilakukan dengan mengelabui korban melalui informasi palsu atau tipu muslihat yang membuat korban tidak curiga.

Dengan begitu, korban akhirnya rela memberikan kepercayaannya sekalipun merasa ada yang tidak beres.

Penipuan juga bisa terjadi secara masif, di mana satu tindakan penipuan bisa menyangkut banyak orang sekaligus.

Baca Juga: CARI TAHU! Inilah Perbedaan iPad dan Tablet Android, Ternyata Bukan Hanya dari Harga

Contohnya, sistem Ponzi yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1920-an.

Dalam sistem ini, seorang penipu meminta uang dari para korban dengan janji tingkat pengembalian yang tinggi dalam jangka waktu yang singkat.

Namun, uang yang diberikan oleh korban ternyata tidak digunakan untuk investasi, melainkan digunakan untuk membayar pengembalian dana kepada investornya yang lebih awal.

Dalam ajaran Sutherland, kejahatan semacam ini disebut sebagai kejahatan berlebihan (over-conformity).

Baca Juga: Lecce vs Spezia Disiarkan Dimana?, Prediksi H2H dan Tempat Nonton Liga Italia: Minggu 21 Mei 2023

Hal ini terjadi ketika seseorang melakukan tindakan kriminal dengan mengikuti nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat atau kelompok tertentu.

Dalam sistem Ponzi misalnya, pelaku penipuan seolah-olah berada dalam kelompok bisnis yang terhormat dan melakukan praktik investasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun, bagaimana kita bisa mencegah terjadinya penipuan? Salah satu cara yang paling efektif adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi penipuan dan cara-cara menghindarinya.

Masyarakat perlu dididik untuk tidak terlalu mudah percaya dengan informasi yang diterima, dan untuk selalu memeriksa kredibilitas informasi tersebut.

Baca Juga: SIMAK! 4 Jenis-Jenis iPad dan Fungsinya, Pekerja Pro Wajib Tahu Nech.

Selain itu, akan lebih baik jika ada sosialisasi mengenai konsep white-collar crime Sutherland sehingga masyarakat tidak mudah terkecoh oleh tindakan penipuan yang dilakukan oleh orang yang berstatus sosial-ekonomi tinggi.

Masyarakat juga perlu belajar untuk mengenali ciri-ciri penipuan, seperti janji iming-iming yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dalam jangka waktu yang singkat.

Dalam menghadapi kasus penipuan, kita perlu memahami aspek-aspek sosial-ekonomi, psikologis dan perilaku.

Baca Juga: PENTING! Begini Cara Memilih iPad yang Tepat, Sesuaikan dengan Kebutuhan Kamu

Dengan memahami aspek tersebut, kita akan lebih mudah untuk memahami kejadian yang terjadi dan mengembangkan cara yang efektif untuk menghindari dan mencegah terjadinya penipuan di lingkungan sekitar kita.

 

***

Tags: penipuansosiologisSutherland

Berita Terkait

Ilustrasi perburuan peneliti kecerdasan buatan oleh perusahaan teknologi
Pendidikan

Perusahaan Teknologi China Incar Mahasiswa AI Sebelum Lulus dengan Kompensasi Rp 2,6 Miliar

by Kris Dwi Antara
Agustus 10, 2026
Kunjungan pejabat Kementerian Sosial dalam persiapan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi di Banten
Pendidikan

Kemensos Gelar MPLS Sekolah Rakyat di Banten, Sediakan Pendidikan Berasrama Gratis

by Aditya Saputra
Agustus 8, 2026
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima laporan progres pembangunan Sekolah Rakyat dari pimpinan daerah di Jakarta
Pendidikan

Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Tiga Daerah

by Rizky Pratama
Agustus 6, 2026
Aktivitas belajar mengajar dan fasilitas sarana pendidikan anak usia dini di Kota Tangerang Selatan.
Pendidikan

Pemkot Tangsel Siapkan Rp4 Miliar untuk Sarana PAUD

by Rina Wijayanti
Agustus 6, 2026
Sesi diskusi dan workshop pengembangan diri dalam acara BISA Future Fest 2026 di Jakarta
Pendidikan

Salam Setara Dorong Pendampingan Pelajar untuk Perluas Akses Kuliah

by Rizky Pratama
Agustus 5, 2026
Next Post

Jawaban Berikan Contoh Keberagaman Karakteristik Individu di Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal, Cek disini

Leave Comment
  • 4 Khasiat Wirid Sirrullah, Dzatullah, Sifatullah, Wujudullah yang Bisa Kita Ketahui Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angka Keberuntungan Menurut Primbon Jawa Berdasarkan Hari Kelahiran, Cek DISINI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Biskuit 3D Teka-Teki MPLS atau MOS, Jika penasaran langsung aja deh cek disini..

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren