BERITA TREN – Bersamaan dengan pengumuman 4.000 guru honorer di DKI Jakarta yang direkomendasikan mendapatkan Dapodik, Pj. Gubernur Heru juga menyatakan bahwa Dinas Pendidikan DKI membuka lowongan guru Kontrak Kerja Individu (KKI).
Tidak tanggung-tanggung, lowongan dibuka untuk 1.700 guru yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 nanti.
Heru mengajakserta guru honorer untuk mendaftarkan diri. Bagi guru honorer yang memenuhi syarat, besar kemungkinan menjadi salah satu guru honorer yang mendapat KKI.
Baca Juga: Kabar Baik! PJ. Gubernur DKI Jakarta Rekomendasikan 4.000 Guru Honorer Peroleh Dapodik
Bagi yang belum mendapat KKI di tahun ini, Heru menyampaikan bahwa akan ada pendaftaran KKI kembali di tahun 2025 mendatang.
Dikutip BeritaTren.com dari disdik.jakarta.go.id pada Sabtu, 27 Juli 2024, “Pada 2025 nanti, Pemprov DKI akan membuka kembali pendaftaran guru KKI. Jadi 2.300 guru honorer lainnya bisa ikut mendaftarkan diri. Jika nanti anggarannya memungkinkan, jumlahnya akan bertambah lagi.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan memenuhi kebutuhan untuk kekurangan guru di sekolah khusus atau difabel,” terangnya.
Baca Juga: Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 SD MI Halaman 20, Bilangan Perhitungan Bilangan Bulat
Selama masa tunggu pendaftaran KKI tahun 2024 maupun 2025, para guru akan tetap menjalankan proses pembelajaran seperti biasanya.
Program tersebut dijalankan atas dasar menghormati jasa guru yang sangat berperan penting sebagai pahlawan pendidikan.
Selain mengenai KKI, Heru juga menyinggung perihal kekurangan tenaga kerja pendidik pada beberapa sekolah di Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga: UIN Bandung Gelar Ujian Mandiri berbasis CBT yang Ramah Disabilitas
Dalam rangka memenuhi kebutuhan guru, Disdik Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang melakukan pemetaan untuk mengetahui daerah mana saja yang memiliki kelebihan guru.
Dikutip BeritaTren.com dari disdik.jakarta.go.id pada Sabtu, 27 Juli 2024, “Kekurangan guru lagi dihitung. Dengan adanya pertemuan kepala sekolah hari ini, kita bisa lakukan reposisi. Kalau ada yang kelebihan guru IPA, bisa digeser ke sekolah yang tidak punya guru IPA. Kepala sekolah juga sepakat, tidak harus merekrut guru honorer lagi melainkan melakukan pemetaan untuk mengatasi kekurangan guru, termasuk memperhitungkan yang 4.000 guru honorer ini,” sambung Heru.
Sebelum menutup pertemuan, Pj. Gubernur Provinsi DKI Jakarta tersebut berpesan agar para guru dan orang tua siswa ikut berperan aktif dalam menjegah tindak perundungan antar siswa.
Diharapkan, dengan pencegahan yang maka, maka akan tercapai kegiatan belajar mengajar yang aman, nyaman, dan tertib.
Dikutip BeritaTren.com dari disdik.jakarta.go.id pada Sabtu, 27 Juli 2024, “Saya titip pesan, dalam tahun ajaran baru tidak ada murid senior membully murid junior. Ini adalah tanggung jawab guru dan orangtua,” tutupnya.***







