Berita Tren – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) semakin menegaskan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.
Dengan pencapaian skor ESG sebesar 75, BRI kini masuk dalam peringkat 5% teratas untuk sektor perbankan global dan menjadi pemimpin dalam keuangan berkelanjutan di Indonesia.
BRI tercatat memiliki tingkat ketersediaan data publikasi yang tinggi, memenuhi 95% dari persyaratan penilaian.
Dalam CSA tersebut, peningkatan skor BRI terutama berasal dari aspek Tata Kelola dan Ekonomi, yang disusul oleh aspek Sosial dan Lingkungan.
Skor ESG yang meningkat ini merupakan hasil dari berbagai inisiatif BRI, seperti mengidentifikasi risiko terkait perubahan iklim, memperkuat tata kelola keamanan siber, dan meningkatkan inklusi keuangan.
Baca Juga: BRI Kurangi Kantor untuk Tingkatkan Ekonomi Berbagi Lewat AgenBRILink
Direktur Kepatuhan BRI, Ahmad Solichin Lutfiyanto, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan langkah berkelanjutan untuk memastikan bahwa BRI tetap berada di jalur yang benar dalam memenuhi standar internasional.
Menurutnya, transparansi dalam pelaporan ESG sangat penting agar semua pihak memahami proses di balik capaian tersebut, bukan hanya hasil akhirnya.
Solichin menekankan bahwa proses menuju skor ESG yang tinggi membutuhkan usaha yang terus-menerus.
“BRI selalu berupaya memberikan laporan yang jelas dan akurat untuk menunjukkan komitmen kami pada prinsip ESG,” tambahnya.
BRI juga telah mengembangkan strategi yang komprehensif dalam menangani isu-isu ESG, dengan tujuan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Skor ESG yang semakin baik mencerminkan komitmen BRI dalam prinsip keberlanjutan dan memperkuat tata kelola perusahaan.
“Ke depan, BRI akan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di berbagai model bisnis,” jelas Solichin.
Selain pencapaian skor ESG, BRI juga telah terdaftar sebagai Sustainability Yearbook Member oleh S&P Global selama dua tahun berturut-turut, yaitu 2023 dan 2024.
Status ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan global yang diakui dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. ***







